Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari seminggu berlalu pascabanjir bandang yang membawa dampak di 18 Kabupaten/Kota Se-Aceh, upaya pemulihan terus berlangsung di tengah kondisi masih terputusnya infrastruktur jalan dan jembatan, jaringan komunikasi, dan pengadaan logistik kebutuhan pokok bagi pengungsi dan warga.
Belum cairnya dana Belanja Tak Terduga (BTT) di Provinsi Aceh menjadi kendala tersendiri yang harus segera dipecahkan untuk mengatasi kondisi-kondisi tersebut.
Kementerian Dalam Negeri menaruh perhatian serius terhadap percepatan pemanfaatan dana BTT baik di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Dipimpin langsung Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA, Rapat Percepatan Penanganan Bencana di Aceh digelar di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (4/12) yang dihadiri oleh Direktur Jemderal Keuangan Daerah Kendagri, Sekda Provinsi Aceh, Para Kepala SKPA, Aster Kodam Iskandar Muda, Karoops Polda Aceh, Aspidsus Kejati Aceh serta perwakilan dari BNPB, Kantor SAR dan BPK.
"Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, di masa tanggap darurat ini faktor kecepatan menentukan keberhasilan dalam pemulihan dan penanganan bencana," ujar Safrizal.
Sementara itu, salah satu faktor kendala utama yang ada adalah belum dicairkannya dana BTT yang nota bene sangat dibutuhkan dalam mempercepat penanganan bencana. Rapat ini dimaksudkan pula untuk memgkonsolidasikan percepatan pemanfaatan BTT tersebut.
"Regulasi telah jelas mengatur terkait penggunaan BTT yaitu PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Dalam Pasal 69 ayat (1) disebutkan bahwa keadaan darurat yang memenuhi kriteria penggunaan dana Belanja BTT adalah bencana alam. Ini harus dipahami, bahwa kebutuhan dan kendala biaya dapat dipecahkan dengan pemanfaatan BTT sebagai solusi," ungkap Safrizal.
Dana BTT dapat dimanfaatkan untuk melakukan di 8 area pengadaan barang dan jasa, yakni pencarian dan pertolongan korban, pertolongan darurat, evakuasi korban, kebutuhan air bersih dan sanitasi, pangan dan sandang, pelayanan kesehatan, penampungan dan hunian sementara. Pengaturan ini termaktub dalam Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.
"Dengan skema pengadaan di 8 area, maka dana BTT ini dapat mengurai kebutuhan yang mendesak disamping pemanfaatan BTT ada juga bantuan keuangan dari berbagai Provinsi lainnya seperti Jawa Timur, NTT, Kaltara dan Sulut. Sumber daya ini harus dioptimalkan sesegera mungkin untuk pemulihan" kata Safrizal.
Menjawab tantangan Dirjen adwil, Sekda Provinsi Aceh menyampaikan bahwa proses pencairan BTT akan dituntaskan besok. Di samping itu Pemerintah Provinsi juga mendorong pemanfaatan Rp143 miliar di 18 kabupaten/kota se Aceh.
"Selesai rapat ini, seluruh SKPA terkait harus menuntaskan pekerjaan malam ini juga, sehingga besok BTT dapat dicairkan," tandas Sekda Aceh, Nasir.
Lemahnya respon Pemerintah Aceh ini menyebabkan tidak optimalnya penanganan bencana banjir, padahal peraturan dengan tegas mengamanatkan.
Kelambanan Pemerintah Aceh ini justru berbanding terbalik dengan Pemerintah Provinsi lain yang berlomba-lomba menyumbangkan APBD-nya untuk membantu penanganan bencana banjir di Sumatra, termasuk Aceh.
Tidak kurang dari Pemprov Kaltara, Sulut, Jawa Timur dan Jawa Barat telah mencairkan dana BTT untuk dialokasikan bagi bantuan bencana banjir sumatera. Sementara di Aceh sendiri justru tidak dipergunakan untuk mendukung penanganan bencana.
Dirjen Adwil mengatakan kendati banyak bantuan pusat namun tanggungjawab pemda tidak bisa diwakilkan, pemerintah hadir langsung memecahkan soal-soal di masa tanggap darurat ini.
Sementara BPK mengatakan bahwa prinsip tanggap darurat adalah kecepatan, dan kehati-kehatian. (Z-1)
Tradisi meriam bambu di Pidie saat Lebaran menarik ribuan wisatawan, memicu kemacetan panjang, dan berpotensi dikembangkan sebagai wisata budaya unik Aceh.
Harga cabai merah di Aceh melonjak hingga Rp60.000 per kg saat Lebaran 2026. Simak penyebab dan pantauan harga terbaru di Pasar Pante Teungoh Sigli.
ARUS balik Lebaran 2026 di jalur Nasional Banda Aceh-Medan pada Selasa (24/3) mulai menunjukkan kepadatan signifikan.
GELIAT arus balik Lebaran 2026/ Idulfitri 1447 H mulai terasa di sepanjang jalur nasional yang menghubungkan Banda Aceh, Provinsi Aceh, dengan Medan, Sumatra Utara.
Tanah amblas membentuk lubang raksasa seluas sekitar tiga hektare dengan kedalaman 50–100 meter.
PWM Aceh tetapkan 50 titik shalat Idul Fitri 1447 H di 23 kabupaten/kota. Simak lokasi utama dan kesiapan penyelenggaraan Jumat besok.
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved