Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

HKBP: Banjir Sumatra Terjadi karena Ulah Manusia

Andhika Prasetyo
04/12/2025 06:32
HKBP: Banjir Sumatra Terjadi karena Ulah Manusia
Ilustrasi(Antara)

Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Victor Tinambunan, menilai banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara bukan sekadar bencana alam, melainkan bencana ekologis akibat ulah manusia.

“Bencana ini bukan bencana alam biasa, melainkan bencana ekologis, bencana buatan manusia,” ujar Victor.

Ia menyebut penyebab utama bencana adalah hilangnya tutupan hutan secara drastis di wilayah terdampak. Ia pun mendesak pihak berwenang segera menelusuri para pelaku dan memberikan sanksi berat, baik kepada perusahaan maupun individu. Victor juga mendesak pemerintah bertindak tegas memberantas praktik illegal logging, termasuk menutup PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang dinilai merusak hutan di kawasan Tapanuli.

“Pemerintah harus tegas menindak ilegal logging dan menutup TPL yang sudah merusak hutan di Tapanuli Raya,” tegasnya.

Sebagai pimpinan HKBP, Victor menyatakan pemulihan lingkungan harus menjadi tugas bersama, terutama melalui penanaman kembali pohon untuk kawasan hutan lindung. HKBP melaporkan enam jemaatnya meninggal akibat bencana tersebut. Gereja kini sedang mengumpulkan bantuan dari jemaat dan menyiapkan pos pelayanan bagi pengungsi.

“Saya sudah meminta Praeses dan tim kantor pusat menampung pengungsi dan membuka posko. Bantuan dari jemaat sudah mulai terkumpul,” katanya.

Banjir Sumatra Utara terjadi dengan dampak terparah di Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Langkat.

Video yang beredar memperlihatkan banyak batang kayu terseret arus. Publik menduga bongkahan kayu tersebut berkaitan dengan aktivitas illegal logging. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya