Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Hutan Terus Menyusut Bencana Banjir Sumatra Bisa Terjadi di Kalsel

Denny Susanto
02/12/2025 14:49
Hutan Terus Menyusut Bencana  Banjir Sumatra Bisa Terjadi di Kalsel
Desa Datar Ajab, Hulu Tengah, Kalimantan Selatan(Denny Susanto Ainan/MI)

BENCANA tanah longsor dan banjir yang melanda Sumatra harus jadi cerminan bagi daerah lain. Direktur Eksekutif  Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel, Raden Rafiq, Selasa (2/12) mengatakan Kalimantan Selatan (Kalsel) biasa mengalami hal serupa jika hutan terus menyusut.

"Bencana di Sumatra sangat membuat kita terpukul, terlebih lagi korban jiwa terus bertambah. Kalsel harus benar-benar belajar dari apa yang terjadi di Sumatera bahwa bencana bukanlah faktor alam semata, melainkan kegagalan sistem untuk menjaga alam," kata Raden Rafiq.

Menurutnya gelondongan kayu berukuran besar dengan potongan rapi yang muncul setelah banjir, bisa berasal dari pembalakan hutan. Masalah ini faktor utama hilangnya daerah resapan air dan terakumulasi hingga menjadi bencana ekologis.

Ia mengatakan bencana Sumatra jauh lebih besar dan lebih parah dari bencana banjir yang melanda Kalsel pada Januari 2021. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 633.273 jiwa terdampak, 135.656 warga mengungsi, 46 orang meninggal akibat banjir dan longsor yang melanda 11 dari 13 kabupaten di Kalsel.

"Melihat kondisi kerusakan lingkungan yang terjadi di Kalsel bukan tidak mungkin bencana serupa juga sewaktu-waktu dapat terjadi," Cecep, 
Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Kalsel

Walhi mencatat Kalsel sudah kehilangan 150.000 hektare lebih tutupan pohon alami sejak 2001 akibat pembukaan lahan besar-besaran untuk industri ekstraktif seperti tambang dan sawit.  Lalu, terbaru di 2025 ada bencana longsor di Banjarsari, Angsana, Tanah Bumbu akibat aktivitas tambang ilegal. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik