Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA tanah longsor dan banjir yang melanda Sumatra harus jadi cerminan bagi daerah lain. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel, Raden Rafiq, Selasa (2/12) mengatakan Kalimantan Selatan (Kalsel) biasa mengalami hal serupa jika hutan terus menyusut.
"Bencana di Sumatra sangat membuat kita terpukul, terlebih lagi korban jiwa terus bertambah. Kalsel harus benar-benar belajar dari apa yang terjadi di Sumatera bahwa bencana bukanlah faktor alam semata, melainkan kegagalan sistem untuk menjaga alam," kata Raden Rafiq.
Menurutnya gelondongan kayu berukuran besar dengan potongan rapi yang muncul setelah banjir, bisa berasal dari pembalakan hutan. Masalah ini faktor utama hilangnya daerah resapan air dan terakumulasi hingga menjadi bencana ekologis.
Ia mengatakan bencana Sumatra jauh lebih besar dan lebih parah dari bencana banjir yang melanda Kalsel pada Januari 2021. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 633.273 jiwa terdampak, 135.656 warga mengungsi, 46 orang meninggal akibat banjir dan longsor yang melanda 11 dari 13 kabupaten di Kalsel.
"Melihat kondisi kerusakan lingkungan yang terjadi di Kalsel bukan tidak mungkin bencana serupa juga sewaktu-waktu dapat terjadi," Cecep,
Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Kalsel.
Walhi mencatat Kalsel sudah kehilangan 150.000 hektare lebih tutupan pohon alami sejak 2001 akibat pembukaan lahan besar-besaran untuk industri ekstraktif seperti tambang dan sawit. Lalu, terbaru di 2025 ada bencana longsor di Banjarsari, Angsana, Tanah Bumbu akibat aktivitas tambang ilegal. (H-4)
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
KETAKUTAN akan datangnya banjir susulan membuat warga Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, memilih membiarkan rumah mereka tetap dipenuhi sisa material banjir.
29 desa dan kampung di Pulau Sumatra dilaporkan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor.
MESKI klaim pemerintah pemulihan pascabanjir Sumatra sudah membaik, sayangnya di lapangan masih seperti pungguk merindukan bulan.
Sucor Asset Management (Sucor AM) menyalurkan 2.000 paket bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra.
Sebagai langkah perbaikan, Perhutani bersama pengelola legal mulai memperbaiki infrastruktur yang rusak secara bertahap.
Pahami ekologi hutan secara mendalam, mulai dari komponen biotik-abiotik hingga peran vitalnya dalam ekonomi karbon Indonesia tahun 2026.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
PRESIDEN Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan pelanggar kawasan hutan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh berhenti
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, kearifan lokal harus dimanfaatkan dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, menjadi pemicu bagi para aktivis lingkungan ini untuk bergerak menyelamatkan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved