Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA tanah longsor dan banjir di Sumatra membuat satwa ikut menjadi korban, termasuk gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus)
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, Prof. Dr. drh. Raden Wisnu Nurcahyo mengatakan banjir disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit.
“Jadi, hilangnya habitat karena ulah manusia itu dengan sendirinya juga, flora dan faunanya juga ikut menjadi korban,” papar dia dalam siaran pers, Selasa (2/12).
Menurut Wisnu, banjir bandang yang disebabkan oleh alih fungsi lahan perkebunan sawit tersebut tentu mengakibatkan gajah-gajah menjadi terfragmentasi dan menjadi semakin terjepit. Tidak hanya kelapa sawit, habitat asli dari gajah juga dialihfungsikan menjadi pertambangan, pembuatan jalan, permukiman, dan perladangan.
Selain gajah yang menjadi korban, bentang alam pun kian menyusut akibat dari ulah manusia. Hal tersebut membuat gajah terseret ke pemukiman warga.
“Padahal untuk seekor gajah itu perlu tempat untuk sosialisasi, berkumpul bersama dengan kelompok gajah, dengan kawanan gajah yang lain," ungkap dia. Kemudian dia sudah memiliki jalur misalnya untuk mandi, mencari makan, berkembang biak di habitat yang nyaman, sehingga populasinya bisa semakin meningkat.
Namun, dengan adanya kondisi seperti ini, itu akan membuat mereka itu juga semakin terjepit dan terpaksa terseret ke pemukiman,” jelas Wisnu.
Wisnu sendiri menilai bahwa untuk mencegah hal yang serupa tersebut tentu perlu dilakukan konservasi dengan cara menjaga habitat asli dari para gajah.
Menurutnya habitat paling baik bagi mereka terdapat di tanah Sumatera, oleh karena itu pelarangan membuka pertambangan atau pembangunan infrastruktur jalan yang membelah hutan perlu diterapkan. Namun, bagi Wisnu ‘pembunuh utama’ dari gajah tersebut adalah alih fungsi lahan menjadi kelapa sawit.
“Nah, khusus untuk di Aceh ini mestinya ya segera dibuat ketentuan bahwa tidak boleh ada lagi pembukaan lahan untuk kelapa sawit,” terang dia.
Wisnu menegaskan bahwa bencana yang terjadi di Sumatera ini merupakan ulah dari manusia melalui penebangan hutan, penanaman kelapa sawit, dan membuka lahan untuk pertambangan. Hal ini tentu tidak hanya memberi dampak pada manusia, tetapi juga satwa liar.
“Nah ini yang harus diingat, kita harus berbagi ruang antara satwa liar dan flora. Jadi harus berbagi ruang, kalau enggak nanti akan menjadikan malapetaka-malapetaka selanjutnya,” tutup dia. (H-4)
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
PENYINTAS banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih belum baik-baik saja.
CITI Foundation berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk memberikan respons kemanusiaan menyeluruh bagi anak-anak dan keluarga terdampak banjir di wilayah Sumatra Utara.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved