Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Bali, khususnya masyarakat Tabanan diminta untuk mengoptimalkan cara tradisional dalam mencegah perkembangbiakkan nyamuk demam berdarah dengue (DBD).
Hal ini disampaikan akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, I Nengah Muliarta, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi pencegahan penyebaran DBD yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Senin (9/9).
Muliarta mengungkapkan, metode tradisional dinilai lebih murah dibandingkan dengan produk kimia atau teknologi modern, sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat luas dan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Cara tradisional seperti menggunakan tanaman pengusir
nyamuk tidak menimbulkan polusi dan aman bagi lingkungan.
Baca juga : Bali Tolak Program Penyebaran 200 Juta Telur Nyamuk Wolbachia
"Bahan-bahan seperti bunga tiwul, serai, dan kulit jeruk mudah ditemukan di sekitar kita, sehingga tidak memerlukan impor atau produksi massal. Penggunaan bahan alami mengurangi risiko efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan bahan kimia," kata Muliarta.
Menurutnya, memanfaatkan cara tradisional juga berarti melestarikan pengetahuan dan praktik budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, penting juga untuk menggabungkan cara tradisional dengan metode modern untuk hasil yang lebih efektif.
Misalnya, selain menggunakan tanaman pengusir nyamuk, masyarakat juga bisa memanfaatkan teknologi seperti perangkap nyamuk elektrik atau larvasida yang aman.
Baca juga : Buleleng Jadi Proyek Percontohan Wolbachia untuk Basmi DBD
"Dengan pendekatan yang holistik, kita bisa memaksimalkan upaya pencegahan DBD dan menjaga kesehatan masyarakat secara lebih efektif," papar Muliarta.
Dalam sosialisasi tersebut, beberapa cara tradisional yang efektif dalam mencegah penyebaran nyamuk DBD diperkenalkan kepada masyarakat. Beberapa di antaranya pemanfaatan serai yanh minyak atsiri dapat mengusir nyamuk. Menanam serai di pekarangan rumah atau menggunakan minyak serai sebagai pengusir nyamuk alami adalah langkah yang efektif.
Cara lainnya menggunakan tanaman lavender yang juga dikenal efektif dalam mengusir nyamuk. Aroma dari bunga lavender dapat menghalau nyamuk dan membuat lingkungan sekitar lebih nyaman. Dapat juga menggunakan daun kemangi yang memiliki kandungan yang dapat mengusir nyamuk.
Baca juga : Minimalisasi Lonjakan DBD, Pemkot Denpasar Gencarkan PSN 4M Plus
Menanam kemangi di sekitar rumah atau menggunakan daun kemangi sebagai bahan alami pengusir nyamuk dapat menjadi solusi yang baik. Bunga marigold mengandung senyawa yang tidak disukai oleh nyamuk. Menanam bunga ini di sekitar rumah dapat membantu mengurangi populasi nyamuk.
"Kulit jeruk dan pamelo kering dapat digunakan untuk membuat pengasapan atau yang di Bali dikenal dengan istilah nusdus. Pengasapan ini efektif dalam mengusir nyamuk dari lingkungan sekitar," ujar Muliarta.
Sementara Ayu Asri dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa berharap masyarakat secara rutin melakukan kegiatan 3M untuk mencegah demam berdarah. Masyarakat juga diingatkan untuk mengenali gejala DBD sehingga bisa melakukan antisipasi.
Baca juga : Cegah Penyebaran DBD, Pemberantasan Sarang Nyamuk Digencarkan Di Kota Denpasar
Salah satu gejalannya yaitu demam mendadak terus menerus selama 2-7 hari.
"Nyeri kepala, menggigil, lemas, nyeri di belakang mata, otot, dan tulang, ruam kulit kemerahan, kesulitan menelan makanan dan minuman, mual, muntah, mimisan, timbul bintik-bintik merah pada kulit," paparnya
Asri menyebutkan terdapat beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan jika sudah mengalami gejalan DBD. Langkah-langkah tersebut di antaranya mengkonsumsi banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, kompres pada tubuh untuk membantu mengatasi demam, obat simptomatik seperti penurun panas dan obat antimual dapat diberikan untuk meredakan gejala. (OL/J-3)
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Sepanjang Januari 2026, setidaknya ditemukan 20 orang di Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel) terserang demam berdarah dengue (DBD).
SEBANYAK 2 orang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Kabupaten Cirebon sepanjang 2025 lalu. Sepanjang 2025 lalu ada 1.169 kasus DBD di Kabupaten Cirebon.
Obat pereda demam hanya diperlukan pada kondisi tertentu, terutama jika kondisi fisik anak mulai terganggu secara kenyamanan.
Kondisi ini sebenarnya bukan tanda bahwa penyakitnya menyerang otot, melainkan respons alami sistem imun Anda.
SUMATRA Barat (Sumbar) mencatat kasus demam tertinggi di antara tiga provinsi terdampak tanah longsor dan banjir Sumatra dan Aceh. Pada periode 25–29 November 2025, tercatat 376 kasus demam.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Meskipun terlihat mengkhawatirkan, demam sebenarnya membantu memperkuat sistem imun tubuh dalam melindungi diri dari paparan penyakit.
Lonjakan kasus Respiratory Syncytial Virus (RSV) memicu kekhawatiran di kalangan medis, khususnya karena virus ini menyerang kelompok paling rentan: bayi dan lansia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved