Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIADAAN dokter ahli kandungan menyebabkan ibu hamil di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, harus dirujuk ke RSUD Hendrik Fernandez, Larantuka, Kabupaten Flores Timur.
RSUD Lewoleba di Lembata tak bisa menangani ibu hamil yang hendak melahirkan dengan kondisi khusus. Sebelumnya, terdapat dua dokter ahli kandungan yakni Jimi Sunur. Namun, ia mengundurkan diri karena mencalonkan diri menjadi calon Bupati Lembata.
Sedangkan dokter spesialis kandungan lainnya tengah menjalani proses pengunduran diri PNS dengan alasan keluarga.
Baca juga : Liburan Usai, Ratusan Calon Siswa Baru Padati Sekolah
Direkrut RSUD Lewoleba, Yosep Freinademetz Paun, membenarkan pihaknya terpaksa merujuk pasien ibu hamil ke RSUD Larantuka karena ketiadaan dokter ahli kandungan.
"Kemarin dokter Ina ada kegiatan seminar, sudah kembali. Beliau sementara sedang proses pengunduran diri dari PNS dengan alasan keluarga. Dalam proses tersebut tetap menjalankan tugas seperti biasa sampai ada SK," ujar Direktur RSUD Lembata, Yosep Freinademetz Paun, saat dikonfirmasi, Jumat (30/8).
Ia mengatakan, pihak RSUD sedang berpsoses mencari dokter kandungan. Ia pun meminta dukungan doa dalam upaya pencarian dokter ahli kandungan itu.
Baca juga : Sepuluh Siswa SMK di Lembata Ikuti Program Magang ke Jepang
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Geril Huar Noning, membenarkan pemerintah masih berupaya mencari dokter ahli kandungan.
"Direktur RSUD sedang menjajaki kerja sama dengan Universitas Hasanudin Makassar dan Universitas Brawijaya Malang, agar dapat ditempatkan dokter SpOG/residen di RSUD," ujarnya.
Sementara itu, jumlah ibu hamil di Kabupaten Lembata bisa mencapai ratusan orang dalam satu bulan. Ketiadaan dokter ahli kandungan menyebabkan para bidan desa harus menguras energi lebih banyak untuk membawa pasien para ibu hamil itu menyeberang ke Larantuka guna menjalani rujukan.
Baca juga : Duel Maut di Lembata, Polisi Tahan Pelaku
"Saat ini misalnya, ibu hamil di desa dipaksa untuk rujuk ke RSUD Lewoleba saja sulit sekali. Sekarang mau rujuk ke Larantuka, kami harus ekstra keras," ungkap salah seorang bidan di Kota Lewoleba.
"1 bulan bisa ada ratusan ibu hamil di dua Kecamatan di wilayah Kedang. Ibu berisiko dan risiko tinggi wajib ditangani ahli kandungan. Kalau yang normal tidak masalah dan bisa ditangani," ungkap sang bidan.
Ketiadaan dokter ahli kandungan di RSUD Lembata memantik perhatian Penjabat Bupati Lembata, Paskalis Ola Tapobali. Menurut Tapobali, pengunduran diri dua dokter ahli kandungan masih belum diproses, sebab diperlukan pertimbangan teknis dari Kemenkes RI.
"Dokter Ina ada ajukan surat pengunduran diri, tapi kami belum proses karena harus mendapat pertimbangan teknis dari Kemenkes terlebih dahulu. Karena yang bersangkutan pernah dibiayai dari APBN. Jadi untuk sementara waktu, yang bersangkutan harus tetap melaksanakan tugas sebagai ASN," ujar Tapobali.
Meski ada dokter yang disarankan untuk tetap menjalankan tugas sebagai ASN, pihak RSUD Lewoleba tetap merujuk pasien ibu hamil ke RSUD Larantuka di Kabupaten Flores Timur. (PT/J-3)
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Anemia bukan sekadar masalah kekurangan darah biasa, melainkan pemicu berbagai komplikasi serius.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
Darah implantasi adalah flek ringan tanda awal kehamilan. Ketahui ciri, penyebab, waktu muncul, dan cara membedakannya dari haid.
Pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
DINAS Kesehatan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, bersama Puskesmas Lewoleba melakukan tindakan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Lewoleba Barat, Selasa (18/11).
SENJA baru saja turun di Taman Kota Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/11), ketika satu per satu obor mulai menyala.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved