Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Gunung Ili Lewotolok masih Waspada, Warga Diminta Jauhi Radius 2 Kilometer

Palce Amalo
05/3/2026 20:49
Gunung Ili Lewotolok masih Waspada, Warga Diminta Jauhi Radius 2 Kilometer
Gunung Ili Lewotolok(Dok Magma Indonesia)

AKTIVITAS vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan mengalami penurunan dalam periode pengamatan 16-28 Februari 2026. Meski demikian, status gunung api tersebut masih berada pada Level II (Waspada) dan masyarakat diminta tetap berhati-hati.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi aktivitas gunung api hingga 28 Februari 2026, aktivitas Ili Lewotolok memang menunjukkan tren penurunan, namun statusnya masih dipertahankan pada Level II.

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 28 Februari 2026, aktivitas Gunung Ili Lewotolok menurun signifikan. Namun tingkat aktivitasnya masih berada pada level II atau waspada,” ujar Lana Saria dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (5/3).

Secara visual, gunung api terpantau jelas hingga sesekali tertutup kabut. Asap kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian sekitar 10 hingga 100 meter dari puncak.

Dalam periode pengamatan tersebut juga tercatat beberapa kali erupsi dengan tinggi kolom erupsi berkisar 50 hingga 250 meter dari puncak. Kolom erupsi berwarna putih, kelabu hingga hitam.

Sementara dari sisi kegempaan, aktivitas gunung api masih didominasi gempa hembusan. Tercatat 698 kali gempa erupsi, 2.678 kali gempa hembusan, 1 kali tremor harmonik, 7 kali tremor non-harmonik, 2 kali gempa hybrid, 1 kali gempa vulkanik dangkal, 17 kali gempa vulkanik dalam, 8 kali gempa tektonik lokal, serta 4 kali gempa tektonik jauh.

Analisis energi seismik menggunakan metode Real-time Seismic Amplitude Measurements (RSAM) juga menunjukkan tren penurunan energi, sejalan dengan berkurangnya aktivitas kegempaan.

Selain itu, pengamatan deformasi menggunakan alat EDM dan GPS menunjukkan fluktuasi nilai yang cenderung stabil tanpa adanya perubahan signifikan pada tubuh gunung, baik berupa inflasi (penggembungan) maupun deflasi (pengempisan).

Sehubungan dengan status Level II (waspada), masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung dan wisatawan diminta tidak memasuki serta tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Warga juga diimbau tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah karena hal tersebut merupakan bagian dari aktivitas gunung api yang sedang mengalami erupsi.

Selain itu, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk menghindari dampak abu vulkanik, menutup tempat penampungan air bersih, serta mewaspadai potensi banjir lahar, terutama saat musim hujan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya