Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Gunung Ili Lewotolok di Lembata Meletus 130 Kali dalam Sehari

Palce Amalo
09/3/2026 23:11
Gunung Ili Lewotolok di Lembata Meletus 130 Kali dalam Sehari
Ilustrasi(Dok Magma Indonesia)

AKTIVITAS Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, masih cukup tinggi. 

Dalam periode pengamatan selama 24 jam pada Minggu (8/3), tercatat sebanyak 130 kali letusan dari gunung api yang memiliki ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut tersebut.

Petugas Pos Pemantau Gunung Ili Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, dalam laporan resminya menyebutkan, letusan yang terjadi memiliki tinggi kolom sekitar 100 meter dari puncak kawah dengan warna asap putih hingga kelabu.

“Teramati 130 kali letusan dengan tinggi sekitar 100 meter dari puncak kawah dengan warna asap putih dan kelabu,” jelas Yeremias seperti dikutip dalam laporan Senin (9/3). 

Secara visual, gunung tampak jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian sekitar 50 meter di atas puncak.

Selain aktivitas letusan, pengamatan juga menunjukkan adanya aliran lava yang mengarah ke sektor selatan dan tenggara Gunung Ili Lewotolok dengan jarak sekitar 500 meter dari bibir kawah.

Dari sisi kegempaan, tercatat 130 kali gempa letusan dengan amplitudo 14–36,6 milimeter dan durasi 35–63 detik. 

Selain itu juga terjadi 231 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1,3–10,1 milimeter dan durasi 20–42 detik.

Petugas juga mencatat dua kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 2,3–7,4 milimeter serta dua kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 3,3–3,9 milimeter.

Kondisi cuaca di sekitar gunung selama periode pengamatan bervariasi antara cerah, berawan hingga hujan. 

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dengan suhu udara berkisar antara 24 hingga 29 derajat Celsius. Meski aktivitas masih berlangsung, status Gunung Ili Lewotolok saat ini tetap berada pada Level II atau Waspada.

Petugas mengimbau masyarakat maupun pengunjung agar tidak memasuki wilayah dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Selain itu, warga juga diminta mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas yang berpotensi terjadi di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.

Masyarakat yang tinggal di sekitar gunung juga dianjurkan menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit dari paparan abu vulkanik, sekaligus menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi.

Pemerintah daerah dan masyarakat diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memperoleh informasi terkini terkait aktivitas gunung tersebut. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya