Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA 4 tahun terakhir, pelaksanaan kegiatan Makin Cakap Digital, yang dilakukan secara daring sudah menampakkan hasil yang signifikan, terutama bagi Papua Barat dengan indeks 3,62 yang menduduki peringkat keempat teratas setelah Yogyakarta, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur, berdasarkan hasil survei.literasidigital.id.
Harapan dari pelaksanaan kegiatan tahun ini, diharapkan Maluku dan Papua, yang kini berada di indeks 3,5 akan menyusul dan semakin baik.
Dampak ini membuktikan bahwa kegiatan Makin Cakap Digital memberikan dampak nyata bagi adaptasi masyarakat Indonesia. Untuk ketiga kalinya, seminar Makin Cakap Digital 2024 digelar secara luring di Auditorium Universitas Pattimura Ambon, Selasa (27/8) pukul 08.00-12.00 WIT dan diikuti dengan antusias oleh guru dan murid sekolah yang tersebar di Ambon dengan tema ’Rekam Jejak Digital di Ranah Pendidikan’.
Baca juga : Bekali UMKM Kecakapan Digital Turunkan Kesenjangan
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi membuka webinar, menyapa DigiFriends dan menyampaikan tujuan diadakannya workshop daring Makin Cakap Digital 2024 Episode 37 ini.
“Pada tahun ini, Indonesia mendapatkan indeks 3.59 dari 5 untuk tingkat literasi digital dengan kata lain memasuki tahap sedang. Hal ini menandakan pengguna internet di Indonesia naik secara signifikan setiap tahunnya. Angka ini meningkat dari tahun lalu yang berada di indeks 3.54. Dengan adanya kegiatan Makin Cakap Digital 2024 ini diharapkan dapat mendongkrak indeks di tahun mendatang supaya semakin baik lagi dan indeks keseluruhan masyarakat Indonesia naik di mata dunia,” ujar Budi.
Melanjutkan sambutan Budi, Dirjen Aplikasi dan Informatika Hokky Situngkir mengajak guru dan siswa sekolah di Ambon untuk bersemangat dalam memperkaya diri dengan ketrampilan digital sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan digital.
Baca juga : Timnas Indonesia Menang di Perempat Final Piala Asia U-23, Warga Ambon Gelar Konvoi
“Penggunaan internet tidak dapat dihindari dewasa ini, terutama media sosial (medsos) yang sudah menjadi media komunikasi yang bisa diakses kapan saja dan memberikan kemudahan sekaligus tantangan tersendiri, karenanya saya mengajak para peserta seminar workshop Makin Cakap Digital 2024 untuk serius dan menimba ilmu sebanyak mungkin pada hari ini agar ketrampilan yang dimiliki semakin terasah,” kata Hokky.
Digifriends adalah generasi muda harapan bangsa perlu untuk memperhatikan baik-baik informasi apa yang didapatkan maupun yang disebarkan. Tidak semua perilaku dan bahasa yang disampaikan pengguna sosial media itu bisa ditiru. Tentu kematangan diri dalam mengolah informasi ini akan menjadi modal utama dalam pengembangan diri dan membaur di dunia digital.
Kemenkominfo mendedikasikan wokshop yang memberikan banyak manfaat ini kepada masyarakat Indonesia, Digifriends (sebutan bagi peserta webinar literasi digital) dapat mengikutinya secara gratis. Digifriends hanya perlu untuk melakukan registrasi terlebih dahulu melalui link yang sudah diberikan.
Baca juga : Mencermati Serangan Iran di Era Pascakebenaran
Webinar episode 37 ini menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu CTO Teman Baik Indonesia Dedy Triawan yang membawakan pilar Keamanan Digital, Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Kota Ambon Lucan Nanlohy yang berbicara dari sudut pandang pilar etika digital, dan Musisi dan Content Creator Kenza Trona sebagai KOL pada pagi hari membawakan pilar Etika Digital.
Kenza Trona mengatakan, “Jejak digital itu melekat di internet, tidak dapat dihapus dan akan bisa berpengaruh pada masa depan kita."
Kenza menjelaskan lebih lanjut tentang beberapa tips meninggalkan jejak digital yang baik yaitu junjung tinggi etika saat berinternet atau bermedia sosial, jauhi penggunaan internet yang negatif, lakukan analisis dan verifikasi konten negatif, jangan menyebarkan konten negatif, produksi konten positif yang bermanfaat untuk membantu menutupi konten negatif yang tersebar di internet. (Z-1)
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Proses hukum terhadap tersangka, yang merupakan oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS, harus dilakukan secara terbuka tanpa ada upaya menutupi fakta.
Kementerian PPPA tengah melakukan koordinasi dengan dinas setempat terkait kasus anak berinisial AT (14) yang dianiaya oleh anggota Brimob di Tual, Maluku, hingga meninggal dunia.
Kementerian PPPA memastikan koordinasi dengan dinas setempat dan kepolisian terkait kasus anak meninggal dunia diduga akibat kekerasan oknum Brimob di Kota Tual, Maluku.
Saat ini, sekitar 62 persen masyarakat Indonesia telah terbiasa berbelanja daring dua hingga tiga kali per bulan.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga talenta digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved