Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI tomat di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, membiarkan tidak memetik hasil panen. Lebih parah lagi sebagian buah tomat yang sudah dipanen itu dibuang begitu saja.
Hal itu karena harga tomat di kawasan setempat anjlok sejak dua pekan terakhir. Hal tersebutlah yang menjadi alasan petani melampiaskan kekesalannya karena pemerintah dianggap menghiraukan kondisi petani.
Di Pasar Sayur Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah misalnya harga tomat yang sebelumnya berkisar Rp 7.000 hingga 8.000 per kilo, saat ini turun menjadi Rp 2.000 hingga 2.500 per kilo. Kondisi serupa juga terjadi di pasar-pasar grosir di Kecamatan Permata.
Baca juga : Petani Aceh Buang Banyak Tomat karena Harganya Anjlok
Adi, petani tomat di Kecamatan Permata mengatakan, karena harga anjlok pihaknya membiarkan buah tomat itu tidak memanen.
Terlebih lagi selain harga tidak sesuai, sering tengkulak atau pedagang pengumpul menolak membeli hasil panen mereka.
"Selain harga murah, kadang setelah memetik tidak tahu harus menjual ke siapa. Lalu ditingkat tengkulak juga kadang harus membuat ke parit tomat pembeliannya," tutur Adi, Rabu (14/8).
Pantauan Media Indonesia, kawasan penghasil tomat di Kabupaten Bener Meriah adalah tersebar di Kecamatan Permata dan Kecamatan Bukit. Itu merupakan daratan tinggi yang dikenal memiliki cuaca cukup dingin di Bener Meriah. (MR)
Tomat memiliki rasa segar sedikit asam-manis, warna umumnya merah, serta kaya akan nutrisi seperti vitamin C, vitamin A, vitamin K, kalium, serat, dan antioksidan likopen
Buah ini memiliki warna merah, oranye, atau kuning saat matang, serta kaya akan air, vitamin C, vitamin A, likopen, dan berbagai antioksidan.
Pasalnya harga buah bahan sayuran atau pelengkap bumbu masakan itu sejak dua pekan terjun bebas. Lalu di tengah musim panen besar selama ini sulit dijual ke pasaran.
Salah satu pengalaman paling berkesan Zafran adalah saat menanam tomat varietas Agata F1, yang dari 10.000 tanaman ia mampu menghasilkan panen hingga 50 ton.
Tomat merupakan buah yang bernilai gizi tinggi dan sering dianggap sayur karena penggunaannya dalam masakan.
Tomat bukan hanya pelengkap masakan, melainkan juga menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan kulit dan jantung.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved