Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Harga Jatuh, Petani di Aceh Jual Sendiri Tomatnya Keliling Kampung

Amiruddin Abdullah Reubee
14/11/2025 20:34
Harga Jatuh, Petani di Aceh Jual Sendiri Tomatnya Keliling Kampung
Karena harga anjlok, petani di Kecamatan Delima mengecer sendiriengelilingi kampong untukenjual tomat hasil panen.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

KINI petani tomat lokal di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh resah. Kalau biasanya setiap masuki musim panen, merasa riang gembira, sekarang mereka merasa kecewa karena tersandung soal harga. 

Pasalnya harga buah bahan sayuran atau pelengkap bumbu masakan itu sejak dua pekan terjun bebas. Lalu di tengah musim panen besar selama ini sulit dijual ke pasaran. 

Pedagang penampung yang biasanya sering memesan hasil panen petani, sekarang malah sebagian mereka menolak pasokan dengan alasan barang melimpa. Lebih parah lagi, kalaupun para penampung menerima pasokan, tentu membanting harga sangat rendah sehingga tidak sesuai dengan biaya modal yang dikeluarkan dan tidak sesuai dengan kesibukan kerja petani. 

Dari pengamatan Media Indonesia di Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, misalnya harga tomat lokal di tingkat petani berkisar Rp1.500 hingga Rp2.000 per kg. Harga tersebut sangat rendah dari biasanya berkisar Rp 5.000 hingga Rp7.000 per kg.

Muslim, petani tomat di Gampong (Desa) Sagoe Bambong, Kecamatan Delima, kepada Media Indonesia, Kamis (13/11) mengatakan, karena harga jual kepada pedagang atau pengumpul sangat rendah, dirinya memilih mengecer sendiri dengan cara berkeliling kampung. Itu untuk mempertahankan harga dan menghindari kerugian lebih besar. 

"Kalau pedagang menawarkan harga sesuka hatinya. Supaya harga lebih tinggi sedikit, saya harus berjualan keliling kampung denganenggunakan becak. Kalau menjual eceran langsung ke konsumen bisa laku Rp2.500 hingga Rp3.000 per kg. Biasanya ibu-ibu lebih suka membeli Rp 5.000/2 kg" tutur Muslim. 

Dikatakan Muslim, rendahnya harga buah bahan bumbu dan penyedap masakan sayur mayur itu setelah panen raya meningkat sejak dua pekan terakhir. Apalagi buah tomat lokal itu lebih dipasok untuk kebutuhan pasar lokal, yakni jarang dipasarkan ke luar Aceh. 

Hasil panen tomat di Aceh dalam dua bulan terakhir adalah produksi petani lokal yang ditanami di lahan sawah. Itu bertepatan berakhir musim panen padi musim gadu ( musim tanam ke dua) pada dua bulan terakhir. 

Adapun hasil produksi panen tomat di kawasan Kabupaten Pidie, selain untuk menutupi kebutuhan pasar setempat, juga dipasarkan ke Banda Aceh Ibukota Provinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. (H-1) 


 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya