Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Muara Cikaso di kawasan Pantai Keusik Urug Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kaget dengan sejumlah warga asing yang berkeliaran, Sabtu (29/6) petang. Mereka menumpangi kapal jenis speedboat yang diduga terdampar usai dihempas gelombang tinggi.
Diduga, para warga asing itu merupakan imigran gelap. Warga pun segera melaporkan temuan itu kepada aparat kepolisian setempat.
Aparat kepolisian bersama TNI dan warga setempat mengamankan warga asing yang mencapai puluhan orang. Mereka dibawa ke Mapolsek Tegalbuleud.
Baca juga : Babi Hutan Berkeliaran, Warga Kerahkan Anjing Pemburu
Hasil pendataan, terdapat 28 warga asing yang diduga imigran gelap. Rinciannya, sebanyak 23 orang merupakan warga Bangladesh, empat warga Tiongkok, dan satu warga India.
Kasi Humas Polres Sukabumi Iptu Aah Saepul Rohman mengatakan, usai mendapat informasi itu, anggota Polres Sukabumi bersama TNI serta warga setempat mendatangi lokasi. Di lokasi, petugas gabungan menemukan puluhan warga asing. Sebagian mereka sempat melarikan diri berikut kapal jenis speedboat yang terdampar di bibir pantai.
"Kemarin (Sabtu) sore petugas gabungan telah mengamankan 28 warga asing di Tegalbuleud. Mereka diduga imigran gelap yang hendak menyeberang ke Australia," kata Aah kepada wartawan, Minggu (30/6).
Baca juga : Dua Anggota Drum Band Tewas, Polisi Buru Sopir Bus
Berdasarkan informasi, kabarnya para WNA itu berangkat dari perairan Cilacap, Jawa Tengah, menuju ke Pulau Christmas menggunakan perahu nelayan. Bahkan informasinya mereka sudah mencapai perairan Pulau Christmas.
Namun kedatangan mereka keburu diadang petugas otoritas Australia yang sedang berpatroli di perairan. Mereka bersama dua nakhoda asal Indonesia masing-masing berasal dari Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Kemudian kapal nelayan terbuat dari kayu yang mengangkut para imigran itu ditenggelamkan di perairan Pulau Christmas. Lalu mereka disuruh berlayar lagi menuju perairan Indonesia menggunakan speedboat yang disiapkan pihak otoritas Australia.
Saat pelayaran mereka memasuki perairan Indonesia, speedboat yang ditumpangi para imigran terhempas gelombang tinggi hingga terdampar di Pantai Keusik Urug, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud.
"Semua imigran dan dua nakhoda sudah didata saat diamankan di Mapolsek Tegalbuleud. Sekarang mereka ada di Mapolres Sukabumi. Kami sudah berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Sukahumi," pungkasnya. (Z-2)
Posko ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat dan fasilitas umum bagi pemudik, tetapi juga sebagai pusat informasi jalur alternatif dan rawan bencana.
Mereka memiliki komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang berbasis tata kelola yang baik dan prinsip keberlanjutan.
Melalui aplikasi Sapawarga, masyarakat dapat mengetahui informasi terkini perihal mudik di Jabar hingga jalur mudik yang aman
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi beri pengecualian larangan motor bagi siswa di pelosok. Aturan resmi berlaku tahun ajaran 2026/2027 dengan syarat ketat. Cek rinciannya.
Apabila surat tersebut tidak ditanggapi dalam 21 hari kerja, maka pihaknya akan melanjutkan upaya hukum melalui gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan skema kompensasi bagi pengemudi angkutan lokal sebagai langkah untuk mengurangi potensi kemacetan selama arus mudik
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk tahun 2026
SEBANYAK 60 Posko Piket Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Posko itu bisa dijadikan tempat beristirahat, minum atau menggunakan toilet selama mudik lebaran 2026.
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Langkah strategis ini bertujuan meminimalkan konflik agraria serta mencegah eskalasi bencana lingkungan di wilayah Jawa Barat.
Dedi menyatakan bahwa inventarisasi dan penetapan batas sempadan oleh Kementerian PU akan menjadi "senjata" bagi pemerintah daerah untuk melakukan penegakan hukum secara tegas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved