Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AYEP Zaki menjadi satu-satunya Calon Walikota ataupun Calon Wakil Walikota Sukabumi yang diusung Partai NasDem dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar November 2024 mendatang.
Kepastian tersebut mengemuka setelah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Sukabumi, yang merampungkan Rapat Pleno usulan nama Calon Kepala Daerah (Cakada) Pilkada 2024 dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Jabar di Kantor DPD NasDem Kota Sukabumi.
Ketua DPD NasDem Kota Sukabumi, Mulyono seusai Rapat Pleno mengungkapkan, rapat tersebut telah sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan DPW NasDem Jawa Barat bahwa DPD NasDem Kota Sukabumi mendapat giliran pleno pada Rabu (8/5).
Baca juga : NasDem Kantongi 2 Bakal Kepala Daerah Jepara
Dengan hasil pleno tersebut, Mulyono mengaku bersyukur, mengingat sejak dibukanya pendaftaran pada tanggal 1 sampai dan ditutup pada tanggal 7 Mei 2024 terdapat antusias cukup tinggi yang dibuktikan dengan adanya empat orang yang mengambil formulir pendaftaran.
"Dan terakhir hari kemarin, yaitu 7 Mei, hanya satu orang yang mengembalikan form pendaftaran, yakni Bapak Ayep Zaki. Hari ini, Rabu (8/5), pleno dilaksanakan DPD NasDem Kota Sukabumi terkait dengan penjaringan atau pendaftaran Bakal Calon Walikota dan atau Calon Wakil Walikota Sukabumi," ungkap Mulyono.
Rapat pleno tersebut lanjut Mulyono, dihadiri unsur pengurus DPW NasDem Jabar serta unsur DPD NasDem Kota Sukabumi serta para Ketua DPC NasDem setempat serta Bakal Calon Kepala Daerah.
"Alhamdulillah dari hasil telaahan dokumen administrasi, lalu hasil verifikasi termasuk wawancara dengan bakal calon, pada akhirnya rapat memutuskan hanya satu, Pak Ayep Zaki yang diusulkan DPD NasDem Kota Sukabumi ke DPW NasDem Jabar sebagai Calon Wali Kota atau Wakil Wali Kota Periode 2024-2029," pungkas Mulyono. (Z-6)
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Peneliti BRIN Siti Zuhro, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan pembahasan pilkada tidak langsung tidak hanya berkaitan dengan mahalnya biaya politik.
Pelaksanaan Pilkada langsung masih diwarnai berbagai praktik curang, termasuk politik uang.
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved