Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA nelayan hilang terseret gelombang di dua lokasi berbeda di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Senin (11/3), hingga Selasa (12/3) belum ditemukan.
Musibah pertama di Pelabuhan Aimere, Kabupaten Ngada sekitar pukul 12.30 Wita. Ketika itu, nelayan bernama Fransiskus Mola Ari, 33, bersama dua rekannya menguras air hujan di dalam perahu.
Namun, mereka terjatuh dari perahu dan terseret gelombang. Dua rekannya berhasil menyelamatkan diri, sedangkan Fransiskus Mola Ari hilang tergulung gelombang.
Baca juga : 3 Nelayan NTT Terancam Hukuman Mati karena Menangkap Ikan Pakai Bahan Peledak
"Pencarian juga dilakukan oleh masyarakat namun tidak membuahkan hasil sehingga dilaporan ke Kantor SAR Maumere," kata Kepala Kantor Basarnas Maumere Supriyanto Ridwan.
Dia menyebutkan tim SAR gabungan melakukan pencarian pada saat kejadian sampai pukul 22.00 Wita, namun nihil sehingga melanjutkan pencarian pada hari kedua, Selasa pukul 07.00 Wita.
Sedangkan musibah kedua di perairan Pantai Selatan, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka sekitar pukul 18.30 WIta.
Baca juga : Banyak Nelayan Masih Libur, Harga Ikan di Kupang Naik
Menurut Supriyanto Ridwan, nelayan bernama Makarius Sareng, 60, pergi melaut bersama seorang anaknya bernama Steven Karyamu, 44.
"Saat berada di tengah laut, perahu dihantam gelombang sehingga mereka terjatuh ke laut," ujarnya.
Steven berhasil menyelamatkan diri dengan berenang hingga pantai, tetapi ayahnya terbawa arus laut.
Baca juga : Nelayan Harus Melek Digital untuk Bangun Ekosistem
"Bapaknya tidak kuat berenang ke tepi pantai dan terbawa arus," ujarnya.
Menurutnya, pencarian sudah dilakukan namun, belum membuahkan hasil.
"Kami mengerahkan rubber boat Basarnas menyisir sekitar pantai Lela. Sampai pukul 10.00 hari ini belum ditemukan, pencarian akan berlangsung sampai pukul 18.00 WIta," kata Supriyanto Ridwan. (Z-3)
SEBUAH bangunan sekolah dasar (SD) di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), roboh.
JUMLAH penumpang mudik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari terakhir terpantau padat namun tetap aman dan terkendali.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Baru sebulan dipakai, proyek jalan Inpres senilai Rp18,3 miliar di Nagekeo NTT rusak parah. Warga menduga pengerjaan asal jadi dan minta KPK turun tangan.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BMKG memantau perkembangan Siklon Tropis GRANT yang terbentuk di Samudra Hindia barat daya Lampung, Selasa (23/12).
"Masih dilakukan upaya pencarian terhadap para korban yang hilang, cuaca buruk di perairan membuat pencarian semakin sulit,"
Waspadai gelombang tinggi di perairan selatan, terutama saat kecepatan angin di atas 15 knot cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
BMKG telah memperkirakan cuaca yang akan terjadi pada, Sabtu 17 Agustus 2024
Pada 6 Agustus 2024, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca yang akan dialami beberapa wilayah di Indonesia.
Dalam tiga hari ke depan, mulai Rabu (31/7), tinggi gelombang laut terutama di perairan selatan Bali berpotensi mencapai 3 meter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved