Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Jepara, Jawa Tengah Kian mengkhawatirkan, dalam dua bulan mencapai 500 orang terserang DBD dan 12 orang diantaranya meninggal, Pemerintah Kabupaten Jepara mulai Rabu, (28/2) menetapkan darurat DBD.
Pemantauan Media Indonesia Rabu (28/2) jumlah pasien DBD di Kabupaten Jepara kian mengkhawatirkan. Jumlah pasien terus bertambah hingga mencapai ratusan orang sebagian besar adalah anak-anak. Mereka dirawat di beberapa rumah sakit baik di daerah sendiri maupun luar daerah dalam dua bulan terakhir.
Memasuki kondisi kian memprihatinkan, mulai Rabu (28/2) ini Pemerintah Kabupaten Jepara menetapkan darurat demam berdarah dengue (DBD) hingga waktu yang tidak ditentukan.
Baca juga : Kasus DBD di Banyumas Melonjak, 9 Orang Dilaporkan Meninggal
“Saat ini Jepara berstatus tanggap darurat DBD,” kata Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara Eko Cahyo Puspeno.
"Kamar di rumah sakit yang ada di Jepara juga nyaris penuh," imbuhnya.
Kamar perawatan di seluruh puskesmas yang ada di Jepara, ungkap Eko Cahyo Puspeno, juga telah penuh dengan pasien DBD. Sedangkan berdasarkan data yang ada pasien dan rawat maupun meninggal sebagian besar merupakan anak-anak hingga perlu perhatian bersama serta langkah untuk mengatasinya.
Baca juga : Kasus DBD di Pantura Jateng Meningkat
Dalam menanggulangi gigitan nyamuk aedes aegypti, menurut Eko Cahyo Puspeno, Dinkes Kabupaten Jepara telah melakukan koordinasi kepada semua pihak, bahkan melibatkan puskesmas, kecamatan, dan desa untuk mencegah penyebaran DBD baik dari mulai sosialisasi maupun gerakan pembasmian jentik nyamuk.
"Gerakan 3M plus yakni menguras tempat penampungan air, menutup penampungan air, mengubur tempat-tempat penampung air yang tidak berfungsi dan mencegah gigitan serta perkembangbiakan nyamuk dilakukan sepekan sekali," ujar Eko Cahyo Puspeno.
Selain itu, lanjut Eko Cahyo Puspeno, dinas kesehatan juga telah dan akan melaksanakan fogging. Fogging dilakukan dengan kriteria tertentu dengan menurunkan tim penyelidikan epidemiologi, penelusuran jumlah warga terjangkit dan angka bebas jentik di setiap lingkungan.
(Z-9)
Seorang WNI terinfeksi DBD di Taiwan. Otoritas Kaohsiung langsung lakukan langkah darurat dan pelacakan epidemiologis.
SEPANJANG periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 44 warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, positif terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap bahaya demam berdarah melalui aksi nyata berbasis komunitas.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya petugas kesehatan dan beberapa puskesmas harus terlibat menggerakan masyarakat supaya lingkungan bersih.
Pada Januari dilaporkan terjadi 54 kasus DBD. Jumlahnya turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Di sejumlah kawasan di Kabupaten Jepara seperti Kecamatan Monggo dan Kembang harga melonjak hingga mencapai Rp30 ribu per tabung.
Proses hukum kini difokuskan pada dua tersangka yang telah ditahan dan satu penyuplai yang masih dalam pengejaran.
POLISI memeriksa pemilik usaha dalam kasus tewasnya 5 warga setelah menenggak minuman keras atau miras oplosan di Jepara. Korban miras oplosan bertambah
Kepolisian Jepara juga masih melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus minuman keras oplosan tersebut, yakni dengan melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.
Predator seksual asal Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Safiq, 21, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara untuk kembali disidangkan.
DALAM empat hari puluhan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved