Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Reserse dan Narkoba Polres Mukomuko menggerebek sebuah kebun ganja yang ada di salah satu kantor Kecamatan yang ada di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Dari penggerebekan tersebut polisi berhasil menangkap 1 orang pelaku yang berprofesi sebagai Satpam penjaga malam Kantor Kecamatan dan mengamankan sebanyak 10 batang pohon ganja berbagai ukuran serta 1 paket ganja kering siap pakai.
Inilah video amatir milik Kasat Narkoba Polres Mukomuko, Iptu Suprapto yang merekam suasana penangkapan terhadap seorang pelaku penyalahgunaan narkoba jenis ganja yang juga sebagai pengedar narkoba jaringan lintas Provinsi berinisial H-M.
Pelaku H-M yang sehari-hari berprofesi sebagai Satpam penjaga malam di Kantor Kecamatan Kota MukoMuko, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu ini ditangkap saat sedang berdinas menjaga Kantor Kecamatan Kota MukoMuko.
Baca juga: Polisi Buru Bandar Narkoba Pemasok Sabu dan Ganja ke Ammar Zoni
Kasat Narkoba Polres Mukomuko, Iptu Suprapto mengatakan Pengungkapan Kasus kebun ganja yang ada di belakang kantor camat Kota Mukomuko ini dilakukan setelah sebelumnya mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya tanaman ganja yang ditanam di belakang kantor kecamatan kota Mukomuko.
Anggota Satresnarkoba Polres Mukomuko yang mendapatkan laporan dari masyarakat langsung melakukan penyelidikan dan memastikan bahwa tanaman tersebut memang benar merupakan pohon ganja yang ditanam oleh satpam penjaga malam Kantor Kecamatan Kota Mukomuko berinisial H-M warga Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
Dari penangkapan terhadap pelaku berinisial H-M, anggota Satresnarkoba Polres Mukomuko berhasil menyita barang bukti berupa 1 buah polybag berwarna hitam yang berisikan 10 batang yang diduga tanaman narkotika jenis ganja dengan ukuran tinggi yang bervariasi yakni antara 7 hingga 15 centimeter yang ditanam di kebun belakang kantor camat.
Baca juga: Polisi Sita 100 Kg Lebih Sabu dan Ganja dalam Tiga Bulan di Sumut
Selain itu polisi juga mengamankan 1 paket kecil narkotika jenis ganja yang dibungkus dengan kertas pembungkus nasi berwarna cokelat siap pakai yang disimpan di dalam lemari dekat pintu masuk kantor kecamatan, 1 bungkus kertas paper merk wayang berwarna kuning, 1 lembar kertas paper merk wayang berwarna putih, 4 buah puntung sisa pakai yang diduga narkotika jenis ganja yang isinya dicampur dengan tembakau dan 1 unit Handphone warna putih yang diduga digunakan untuk bertransaksi narkoba.
Saat ini Satresnarkoba Polres Mukomuko masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pelaku H-M apakah tanaman tersebut baru pertama kali di tanam atau sudah pernah panen sebelumnya, selain itu polisi juga mendalami jaringan pemasok narkoba lintas Provinsi asal Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat yang menjadi pemasok narkoba jenis ganja kepada pelaku H-M.
Atas perbuatannya pelaku H-M terancam dikenakan pasal 111 ayat 1 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika dengan ancaman kurungan penjara maksimal diatas 2 tahun penjara. (Z-10)
Selain itu lanjut dia, segera menghubungi layanan panggilan darurat 112 agar petugas yang bersiaga dapat menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh masyarakat Kota Bengkulu.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Harga komoditas cabai merah keriting di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, masih bertahan Rp35 ribu per kilogram sejak sepekan terakhir setelah pasokan mulai normal.
RUMAH warga yang berada di empat kecamatan di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terendam banjir selama dua hari terakhir.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Bibit Siklon Tropis 93S memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 55 knot atau sekitar 74 kilometer per jam
Pada periode penyaluran 2025, lanjut dia, jumlah penerima bantuan pangan mengalami penurunan sebesar 1,3 persen.
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved