Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebagai bentuk komitmen untuk mendukung pemulihan ekosistem laut, khususnya terumbu karang, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang telah membangun pusat stok karang (Coral Stock Center) di Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan pada 2023.
Selain rehabilitasi, pembangunan Coral Stock Center ini juga bertujuan untuk penyediaan bibit guna rehabilitasi terumbu karang serta sebagai objek edukasi dan wisata bahari bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, LPSPL Serang bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta menggandeng Yayasan Karang Lestari Indonesia (YKLI) serta Kelompok Masyarakat DPL-BM Karang Mutiara sebagai mitra konservasi sehingga pengelolaan dan pengembangan Coral Stock Center ke depannya dapat dilaksanakan berbasis masyarakat.
Hingga kini, DPL-BM Karang Mutiara terus aktif melakukan perawatan agar terumbu karang tumbuh dengan baik. “Monitoring dan perawatan telah dilakukan sebanyak tiga kali di pada 23 Juli, 30 September, dan 24 Oktober 2023 oleh anggota kelompok dan bibit karang tumbuh dengan baik,” ungkap Usman selaku ketua kelompok DPL-BM Karang Mutiara, seperti tertera dalam keterangan resmi KKP, Rabu (27/12).
Coral Stock Center di Pulau Lancang sebanyak 30 rak (meja transplantasi) dengan jenis karang Acropora spp., Stylophora spp., dan Pocillopora spp. diresmikan pada 9 Juni 2023 bertepatan dengan peringatan Hari Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle Day) tahun 2023 yang bertema “Ocean Need Actions”.
Selain itu, dilaksanakan pula monitoring kesehatan ekosistem terumbu karang dan Bersih Laut (Underwater Clean-Up) di perairan Pulau Lancang sebagai satu rangkaian kegiatan yang mendukung pemulihan ekosistem terutama di kawasan segitiga terumbu karang.
Sejak tahun 2021, LPSPL Serang telah menginisiasi program Coral Stock Center di perairan Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Pandeglang, Banten bersama kelompok Konservasi Alam Bawah Laut Sukarame dan Pulau Payung, Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, bersama kelompok DPL-BM Terbit Payung.
Hingga 2023, LPSPL Serang berhasil menyediakan stok karang sebanyak 1978 bibit dan 73 rak transplantasi seluas 0,37 ha. Dalam pelaksanaannya mereka berkolaborasi dengan Pusat Budidaya dan Konservasi Laut DKPKP Provinsi DKI Jakarta serta Asosiasi Koral Kerang dan Ikan Hias Indonesia (AKKII) untuk penyediaan bibit karang. (M-3)
Dari perairan yang sempat minim kehidupan, terumbu karang kini kembali berwarna dan mangrove tumbuh semakin kokoh di pesisir Desa One Ete dan Pulau Bapa, Kabupaten Morowali. Rehabilitasi
Ilmuwan temukan fakta mengejutkan dari fosil telinga ikan: rantai makanan terumbu karang menyusut drastis akibat aktivitas manusia. Simak dampaknya!
KECERDASAN buatan (AI) kini melampaui sekadar asisten digital atau pengolah teks.
Kerentanan di perairan Raja Ampat salah satunya karena ketidakakuratan peta navigasi elektronik global (ENC) yang sering gagal memotret profil terumbu karang yang dinamis.
Studi terbaru mengungkap terumbu karang bertindak sebagai "konduktor" yang mengatur ritme harian mikroba laut, melampaui perubahan musiman.
PHE WMO melakukan konservasi terumbu karang melalui metode transplantasi karang menggunakan kubah beton berongga, yang merupakan modul pertama di Indonesia dan telah mendapatkan Hak Cipta.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengajak santri Hidayatullah mencintai hutan melalui gerakan menanam pohon dan menyerahkan 1.015 bibit produktif.
Sekjen PSI sekaligus Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan ajaran Islam memiliki landasan teologis kuat untuk menjaga lingkungan dan hutan dalam perspektif ekoteologi.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan MenLH Hanif Faisol Nurofiq sepakat perkuat kolaborasi kampus dan pemerintah dalam pengelolaan sampah nasional.
Dalam satu tahun terakhir, Delonix Hotel Karawang menjalankan program keberlanjutan terstruktur yang mengacu pada kerangka kerja berbasis sains dari EarthCheck.
Di tengah tekanan deforestasi, perubahan iklim, dan tuntutan pasar terhadap komoditas berkelanjutan pemerintah dan pelaku usaha kehutanan mulai menggeser paradigma pengelolaan hutan.
Kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved