Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan MenLH Hanif Faisol Nurofiq Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah Nasional

Despian Nurhidayat
18/2/2026 17:36
Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan MenLH Hanif Faisol Nurofiq Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah Nasional
Sampah(Antara)

PENGUATAN kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah nasional terus diakselerasi melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dengan Menteri Lingkungan Hidup (MenLH), Hanif Faisol Nurofiq di kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH), Rabu (18/2).

Pertemuan ini menegaskan pentingnya melibatkan sumber daya perguruan tinggi untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional, baik melalui dukungan keilmuan, teknologi, maupun pendampingan masyarakat.

Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara serius dan terintegrasi. Presiden juga menekankan bahwa persoalan sampah telah menjadi isu krusial di berbagai daerah, sehingga diperlukan langkah luar biasa, terpadu, dan melibatkan seluruh elemen bangsa.

Brian menegaskan bahwa perguruan tinggi siap mengambil peran aktif, terutama dalam membangun tata kelola pengelolaan sampah di tingkat mikro. Menurutnya, kekuatan kampus tidak hanya pada inovasi teknologi, tetapi juga pada kapasitas edukasi sosial.

“Kami siap membantu, sumber daya mahasiswa dan dosen yang kita miliki sangat besar, karena itu, kami siap mendukung,” ujar Brian.

Lebih lanjut, Brian menyampaikan keterlibatan mahasiswa akan diperkuat melalui berbagai skema akademik agar berdampak berkelanjutan.

“Rencananya pendampingan ini tidak bersifat satu kali, tetapi bisa satu semester dan bisa dikonversi menjadi SKS. Jadi mahasiswa benar-benar mendampingi, memonitor, dan memastikan sistemnya berjalan,” tambah Brian.

Sebagai langkah awal, kolaborasi akan difokuskan pada pengembangan proyek percontohan di sejumlah kota dengan pelibatan aktif perguruan tinggi setempat. Mahasiswa akan diterjunkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan pengabdian kepada masyarakat untuk melakukan edukasi pemilahan, pengolahan sampah organik, hingga penguatan sistem monitoring berbasis komunitas.

Selain itu, Kemdiktisaintek juga mendorong penguatan inisiatif Campus Zero Waste. Program ini diarahkan agar perguruan tinggi tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah di lingkungan internal, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan rujukan praktik baik bagi pemerintah daerah. Saat ini, lebih dari seratus kampus telah memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri, dan jumlah tersebut akan terus ditingkatkan melalui verifikasi serta penguatan standar teknologi ramah lingkungan.

Sementara dari sisi dukungan keilmuan mencakup pengolahan sampah organik, komposting, biodigester, rekayasa material daur ulang, hingga teknologi konversi sampah menjadi energi, termasuk kajian peningkatan efektivitas fasilitas yang telah tersedia di daerah.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi kesiapan Kemdiktisaintek dalam memperkuat dimensi edukasi, riset, dan inovasi. Dukungan perguruan tinggi dinilai strategis untuk mempercepat peningkatan kinerja pengelolaan sampah nasional, khususnya dalam membangun kesadaran publik, memperkuat kapasitas pemerintah daerah, serta mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah.

Sinergi kedua kementerian juga mencakup pengembangan jaringan kerja bersama, pertukaran data dan kajian, serta penyusunan model komunikasi, informasi, dan edukasi berbasis komunitas akademik. Dengan dukungan riset dan teknologi dari perguruan tinggi, berbagai pendekatan penanganan sampah, baik di desa maupun perkotaan, ini diharapkan dapat berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini sejalan dengan arah kebijakan ‘Diktisaintek Berdampak’, yang menegaskan bahwa pendidikan tinggi, sains, dan teknologi harus hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan strategis bangsa. Pelibatan aktif kampus dalam pengelolaan sampah nasional diharapkan melahirkan inovasi, memperkuat tata kelola, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat demi lingkungan yang lebih berkelanjutan. (Des/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya