Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
OPERASI pencarian dan pertolongan (SAR) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang resmi ditutup pada Selasa (10/3). Hal ini dipastikan setelah tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban terakhir yang tertimbun longsoran gunungan sampah.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengungkapkan bahwa korban terakhir ditemukan pada Senin (9/3) pukul 23.30 WIB. Korban teridentifikasi sebagai Riki Supriadi (40), seorang laki-laki yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan korban hilang tambahan, maka operasi SAR dinyatakan ditutup pada pukul 00.00 WIB hari ini," ujar Desiana dalam keterangan resminya.
Berdasarkan data final dari Basarnas DKI Jakarta, total terdapat 13 korban dalam tragedi ini. Berikut rinciannya:
Korban Meninggal Dunia (7 Orang):
Korban Selamat (6 Orang):
Budiman, Johan, Safifudin, Slamet, Ato, dan Dofir.
Tragedi yang merenggut tujuh nyawa ini menuai kecaman keras dari Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq. Ia menegaskan bahwa kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi jika pengelolaan sampah dilakukan sesuai regulasi.
Hanif menyebut Bantargebang sebagai "fenomena gunung es" dari kegagalan pengelolaan sampah di Jakarta yang telah menampung beban kritis 80 juta ton sampah selama 37 tahun terakhir. Penggunaan metode open dumping dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008.
"Ini adalah alarm keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menghentikan metode open dumping yang terus mengancam nyawa manusia. Kejadian ini adalah bukti kegagalan sistemik yang tidak boleh lagi ditoleransi," tegas Hanif.
Saat ini, pihak KLH/BPLH telah memulai proses penyidikan menyeluruh dan penegakan hukum tegas guna memastikan persoalan sampah di Ibu Kota tidak kembali memakan korban jiwa di masa mendatang. (Ant/Z-10)
Cek daftar lengkap identitas 13 korban longsor TPST Bantargebang. 7 orang dinyatakan meninggal dunia termasuk sopir truk dan pemilik warung.
Selanjutnya pada pukul 17.50 WIB Tim SAR gabungan kembali menemukan korban yang teridentifikasi bernama Hardianto dalam kondisi meninggal dunia
Tim SAR kembali temukan dua jasad korban bantar gebang longsor, Jussova Situmorang dan Hardianto. Total 6 meninggal dunia, 1 masih dalam pencarian.
PEMERINTAH Kota Bekasi melakukan evakuasi setelah longsor di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan keprihatinan
Tragedi bantargebang longsor kembali terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Insiden maut ini dinilai bukan sekadar kecelakaan teknis
TIM SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu orang ABK Kapal KOOL ICE yang mengalami gangguan jantung di perairan Bali, Jumat (27/2).
Peristiwa tersebut mengakibatkan 2 orang terhimpit di dalam kendaraan dan memerlukan bantuan evakuasi dengan penanganan khusus.
Pengiriman Tim SAR itu sebagai wujud kepedulian dan solidaritas lintas daerah terhadap musibah alam yang terjadi.
Ia mengatakan dua korban diduga tertimbun longsor saat bekerja di area pertanian/perkebunan dan jauh dari pemukiman penduduk.
Longsor dipicu oleh meningkatnya curah hujan yang terjadi sejak pagi hingga sore hari pada Senin (22/1) sekitar pukul 16.30 WITA, yang menyebabkan dua orang warga tertimbun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved