Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
TRAGEDI bantar gebang longsor kembali terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Insiden maut ini dinilai bukan sekadar kecelakaan teknis, melainkan cerminan dari persoalan mendasar sistem pengelolaan sampah DKI Jakarta yang masih bergantung penuh pada satu lokasi pembuangan akhir.
Juru Kampanye Greenpeace Indonesia, Ibar Akbar, menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa akar masalah berada pada ketidakmampuan Jakarta mengelola sampah dari hulu.
“Akar masalahnya adalah sistem pengelolaan sampah di Provinsi DKI Jakarta yang masih sangat bergantung pada Bantargebang,” ujar Ibar dalam keterangannya, Senin (9/3).
Menurut analisis Greenpeace, komposisi sampah Jakarta yang dikirim ke Bekasi turut memperparah kondisi stabilitas timbunan. Sekitar 40-50% sampah yang dihasilkan merupakan sampah organik atau sampah basah.
Setiap hari, ribuan ton sampah organik tidak terpilah masuk ke Bantargebang. Hal ini membuat beban timbunan semakin berat dan meningkatkan kadar gas metana serta kelembapan yang memicu potensi bantar gebang longsor.
“Di sana ada pekerja dan warga yang hidup di sekitar kawasan tersebut. Mereka menjadi pihak yang paling berisiko dan terdampak dari sistem pengelolaan sampah saat ini,” tambah Ibar.
Menanggapi rencana Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk menempuh jalur hukum terkait kelalaian, Greenpeace menilai langkah tersebut memang perlu karena adanya korban jiwa. Namun, penegakan hukum dianggap tidak cukup tanpa perubahan fundamental tata kelola.
Pemerintah saat ini tengah mendorong teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) sebagai solusi. Namun, Greenpeace memberikan catatan kritis:
Tragedi bantar gebang longsor tahun 2026 ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah untuk tidak lagi melihat kawasan tersebut hanya sebagai lubang pembuangan, melainkan ruang hidup yang harus dilindungi dengan sistem pengelolaan sampah yang lebih manusiawi dan ekologis. (Z-10)
Ia mengakui, persoalan sampah sempat terjadi menjelang Lebaran, dipicu gangguan di zona pengolahan di TPST Bantargebang.
Pemprov DKI mitigasi risiko di TPST Bantargebang pascalongsor dan salurkan santunan BPJS Ketenagakerjaan ratusan juta bagi ahli waris serta beasiswa anak korban.
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Fasiol Nurofiq menilai kondisi TPST Bantargebang telah melampaui batas kapasitas dan usia operasional.
Gubernur DKI Pramono Anung pastikan RDF Rorotan beroperasi penuh dengan kapasitas 1.000 ton/hari. Simak strategi baru Jakarta tangani krisis sampah.
LONGSORNYA gunungan sampah di TPST Bantargebang yang mengewaskan 7 orang pada 8 Maret lalu menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak lagi sekedar isu lingkungan.
Mengulas rekam jejak kelalaian TPST Bantargebang sejak 2003 hingga tragedi landasan amblas Januari 2026 dan longsor maut Maret 2026 yang menewaskan 7 orang.
Anggota Komisi D DPRD DKI Ida Mahmuda desak Pemprov tutup TPS yang ganggu kenyamanan warga. Dukung penutupan TPS Tanah Kusir dan dorong kerja sama swasta untuk fasilitas ITF
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyoroti pengelolaan sampah di sejumlah terminal bus yang dinilai masih jauh dari standar lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menyatakan rest area menjadi salah satu titik penting untuk mendorong perubahan budaya pengelolaan sampah di masyarakat.
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono menyoroti potensi lonjakan jumlah pemudik pada musim mudik Lebaran 2026.
Melalui pendekatan edukasi dan pemanfaatan teknologi, program-program ini bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan akhir sekaligus memberdayakan masyarakat.
Anggota DPR RI Arif Riyanto Uopdana mendorong pembangunan TPS 3R dan TPA modern di Pegunungan Bintang demi atasi masalah sampah di Oksibi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved