Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Longsor Bantargebang, Pramono: Sudah Tahu Curah Hujan Tinggi Kok masih Kerja

mediaindonesia.com
09/3/2026 17:33
Longsor Bantargebang, Pramono: Sudah Tahu Curah Hujan Tinggi Kok masih Kerja
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti aktivitas pekerja di TPST Bantargebang saat curah hujan tinggi dan mengakibatkan banjir di sejumlah titik.(Tangkapan layar)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti aktivitas pekerja di TPST Bantargebang saat curah hujan tinggi dan mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Hal itu ia sampaikan pascalongsor sampah yang menewaskan beberapa orang. 

"Sudah tahu curah hujan tinggi kok masih kerja," dalam video yang diunggah di akun TikTok @Pramono Anung.

Kader PDI Perjuangan itu mengunjungi TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026), atau sehari setelah bencana longsor terjadi di di zona 4A pada pukul 14.30 WIB. Tingginya curah hujan disebut membuat air masuk ke dalam gunungan sampah di Bantargebang sehingga memicu longsor.  

Di tempat terpisah, Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperketat sistem pemilahan sampah. Langkah tersebut harus dilakukan agar tidak seluruh sampah dari Jakarta dikirim ke TPST Bantargebang.

"Jumlah sampah kita antara 7.400 sampai dengan 8.000 ton per hari. Hampir sebagian besar tidak dilakukan pemisahan, kemudian dikirim ke Bantargebang," kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta.

Pramono menyebut Pemprov Jakarta menyiapkan dua lokasi pembuangan sementara untuk menampung sampah dari Jakarta. Adapun, dua zona tambahan tersebut disiapkan bersifat sementara sambil menunggu penataan kembali area longsor di zona 4A. 

Sementara itu, Basarnas DKI Jakarta mencatat ada 13 orang menjadi korban longsoran gunung sampah yang terjadi pada Minggu (8/3/2026). Empat orang yang selamat yakni Budiman, Joha, Safifudin, dan Slamet.

Sementara itu, korban meninggal pemilik warung Enda Widayanti, 25, pemilik warung Sumine, 60, supir truk Dedi Sutrisno dan Irwan Supriatin.

“Ditambah satu jasad lagi yang baru ditemukan petugas. Kami masih mencari empat orang korban yang belum ditemukan” ucap Humas Basarnas DKI Jakarta Romli Prasetyo di Jakarta, Senin. (Ant/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya