Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Jakarta Kebanjiran, Pramono: Gara-gara Curah Hujan sangat Tinggi

Mohamad Farhan Zhuhri
08/3/2026 18:48
Jakarta Kebanjiran, Pramono: Gara-gara Curah Hujan sangat Tinggi
Petugas BPBD DKI Jakarta saat memantau kondisi banjir di Jakarta, Minggu (8/3/2026).(Antara)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah ibu kota pada Minggu (8/3) dipicu curah hujan ekstrem yang mengguyur Jakarta dan wilayah penyangga sejak Sabtu malam.

Menurutnya, curah hujan di Jakarta dan sekitarnya tercatat mencapai 264 milimeter per hari, yang masuk kategori sangat tinggi.

“Hari ini di Jakarta dan sekitarnya curah hujan 264 mm per hari. Itu termasuk curah hujan yang sangat, sangat tinggi,” kata Pramono, Minggu (8/3).

Ia mengatakan pemerintah provinsi langsung bergerak melakukan penanganan sejak Sabtu malam, terutama melalui Dinas Sumber Daya Air dengan mengaktifkan pompa di sejumlah titik rawan genangan.

“Saya sejak semalam langsung berkoordinasi dengan jajaran, terutama Sumber Daya Air. Bahkan dari semalam beberapa spot sudah dilakukan pemompaan,” ujarnya.

Pramono menjelaskan hujan tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di wilayah hulu seperti Bogor dan Tangerang. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan debit air yang mengalir ke ibu kota.

“Karena di atas, baik di Bogor maupun Tangerang, curah hujan juga tinggi, pasti akan ada air yang mengalir ke Jakarta,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi genangan meluas, Pemprov DKI Jakarta menyiagakan sekitar 1.200 unit pompa, termasuk pompa portabel yang ditempatkan di sejumlah titik rawan banjir.

Ia mencontohkan kawasan Daan Mogot dan DI Panjaitan yang selama ini kerap menjadi titik genangan telah ditangani dengan pemompaan intensif.

“Kurang lebih 1.200 pompa dipersiapkan, termasuk pompa portabel di beberapa daerah yang selalu menjadi persoalan seperti di Daan Mogot dan DI Panjaitan. Alhamdulillah di dua tempat itu pompa terus dilakukan sehingga lalu lintas tetap bisa berjalan walaupun ada sedikit genangan,” kata Pramono.

Selain itu, pasukan lapangan dan peralatan juga disiagakan untuk mempercepat penanganan genangan serta menyiapkan posko bagi warga terdampak banjir.

Pramono menambahkan Pemprov DKI Jakarta selama ini terus melakukan upaya pengendalian banjir, salah satunya melalui normalisasi sungai.

“Pemerintah DKI Jakarta sudah melakukan normalisasi tiga sungai, yaitu Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. Cakung Lama mudah-mudahan pada 2027 bisa selesai dan itu akan mengurangi banjir di Jakarta,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan banjir di Jakarta tidak dapat sepenuhnya dihilangkan karena kondisi geografis ibu kota yang sebagian wilayahnya berada di bawah permukaan laut.

“Kalau kemudian menghilangkan sepenuhnya banjir di Jakarta, itu tidak mungkin, karena sekarang permukaan air laut sudah lebih tinggi daripada permukaan tanah di Jakarta,” kata Pramono. (Far/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya