Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang kembali melanda sejumlah wilayah Jakarta dinilai tidak semata-mata dipicu curah hujan tinggi, tetapi juga menunjukkan melemahnya sistem pengendalian banjir yang selama ini dibangun.
Pengamat tata kota Yayat Supriyanta mengatakan intensitas hujan di kawasan hulu menjadi salah satu faktor utama yang memicu banjir di Jakarta dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
“Masalah banjir yang terjadi sekarang ini memang salah satu faktor besar adalah curah hujan. Banjir di Jakarta kemarin atau di Tangerang sebagian besar dipicu oleh intensitas curah hujan yang cukup tinggi di wilayah hulu,” kata Yayat kepada Media Indonesia, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan hujan deras di kawasan hulu seperti Bogor menyebabkan peningkatan debit air yang mengalir menuju Jakarta.
Kondisi tersebut semakin memperparah situasi ketika kapasitas sistem pengendalian banjir di wilayah hilir sudah tidak lagi memadai. Menurutnya, kerusakan lingkungan di kawasan sungai hingga wilayah hulu turut memperburuk kondisi tersebut.
“Sekarang yang menjadi masalah adalah kapasitas sistem kita sudah tidak mendukung lagi. Sungainya rusak, hulunya rusak. Jadi bisa dikatakan kita mengalami kelumpuhan sistem, ditambah lingkungan yang sudah tidak mendukung untuk resapan dan pengendalian banjir,” ujarnya.
Yayat menilai kondisi ini menunjukkan adanya penurunan kualitas lingkungan yang cukup serius dalam beberapa dekade terakhir.
Degradasi lingkungan tersebut kemudian berkelindan dengan kapasitas sistem pengendalian banjir yang tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.
“Betul-betul ada degradasi lingkungan ditambah kapasitas sistem yang sudah tidak lagi valid,” kata dia.
Di sisi lain, Yayat juga menyoroti besarnya anggaran yang setiap tahun dialokasikan untuk penanggulangan banjir di Jakarta. Namun menurutnya, penggunaan anggaran tersebut perlu dievaluasi secara lebih terukur.
Ia menekankan bahwa setiap dana yang dikeluarkan pemerintah seharusnya dapat diukur dampaknya terhadap penurunan risiko banjir.
“Uang yang dikeluarkan tahun ini triliunan, tetapi kita juga belum tahu apa yang akan dibuat pemerintah provinsi. Selama uang itu tidak menjawab bagaimana mereduksi jumlah banjir yang terjadi, maka sulit mengukur manfaatnya,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas anggaran penanggulangan banjir, termasuk menghitung seberapa besar kemampuan program tersebut dalam mengurangi frekuensi maupun dampak banjir di Jakarta.
“Kita harus mengevaluasi hasil dari uang yang dikeluarkan untuk penanggulangan banjir dengan nilai manfaatnya. Berapa besar kemampuan reduksi banjir yang benar-benar bisa dicapai,” pungkasnya. (Far/I-1)
BANJIR yang berulang hampir setiap tahun itu kembali memicu sorotan berbagai pihak, salah satunya terkait minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah ibu kota pada Minggu (8/3) dipicu curah hujan ekstrem.
LEMBAGA Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menilai kegagalan mengatasi banjir dan kemacetan di Ibu Kota tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah teknis semata.
HUJAN deras yang mengguyur Jakarta sejak pertengahan Oktober menyebabkan genangan di puluhan titik dan kemacetan parah.
JAKARTA dihajar banjir sejak Minggu (6/7) dini hari dan hingga Senin (7/7) pagi. Di tengah musibah itu, 10 pompa milik pemprov malah terbakar.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
HUJAN dengan intensitas tinggi dilaporkan menjadi penyebab banjir Jakarta hari ini, Jumat (20/4). Hujan memicu kenaikan muka air di beberapa pos pantau
Banjir Jakarta sejak Jumat (20/2) juga berdampak pada pengalihan rute Transjakarta.
Update banjir Jakarta pagi ini, Sabtu 31 Januari 2026. BPBD DKI catat 29 RT terendam, Cawang dan Kampung Melayu terparah akibat luapan Ciliwung.
Prakiraan cuaca Jakarta hari ini, Sabtu 31 Januari 2026. BMKG rilis peringatan dini hujan petir merata. Cek update banjir di 29 RT dan tinggi muka air Ciliwung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved