Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH kasus DBD di Kota Semarang, Jawa Tengah masih terhitung tinggi. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kota Semarang, hingga November ini ada 389 kasus terjadi dan 16 orang diantaranya meninggal dunia akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.
Tingginya kasus DBD itu, membuat Pemerintah Kota Semarang meminta warga untuk waspada. Apalagi saat ini telah memasuki musim penghujan sehingga banyak genangan air yang bisa mempercepat penyebaran nyamuk.
"Kita minta kewaspadaan warga akan serangan DBD karena telah memasuki musim penghujan," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Semarang Nur Dian Rakhmawati, Senin (27/11).
Baca juga:
> Meski Ditegaskan Aman, Bali Tetap Minta Penyebaran Nyamuk Wolbachia Ditunda
> Pakar UGM: Nyamuk Wolbachia Aman dan Bukan Hasil Rekayasa Genetik
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam secara terpisah mengatakan untuk mengantisipasi serangan DBD di Kota Semarang, penyebaran wolbachia terus diintensifkan. Ditargetkan akan tersebar di seluruh wilayah di Semarang pada 2024.
Penyebaran wolbachia di Kota Semarang, sejak September lalu telah dilakukan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Tembalang (12 kelurahan), Banyumanik (11 kelurahan) dan Gunungpati (16 kelurahan).
"Penurunan DBD tidak bisa langsung dirasakan, setidaknya perlu waktu satu tahun," imbuhnya. (Z-6)
Kementerian Kesehatan menerapkan teknologi Wolbachia untuk menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Tantangan kedokteran tropis di Indonesia kian meningkat, terutama pasca pandemi covid-19 yang mempercepat penyebaran penyakit menular
Dana dari DFAT (Kemenlu Australia) tersebut bersifat komplementer, artinya melengkapi dana yang berasal dari APBN
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi menegaskan peningkatan kasus DBD bukan karena teknologi nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia.
Masyarakat diminta juga untuk memerhatikan kondisi lingkungan tempat nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
TEKNOLOGI wolbachia dianggap sebagai trobosan untuk pengentasan Demam Berdarah Dengue (DBD) di hulu. Terobosan riset tersebut memetakan multifaktor penyebab dengue
SEPANJANG periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 44 warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, positif terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap bahaya demam berdarah melalui aksi nyata berbasis komunitas.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya petugas kesehatan dan beberapa puskesmas harus terlibat menggerakan masyarakat supaya lingkungan bersih.
Pada Januari dilaporkan terjadi 54 kasus DBD. Jumlahnya turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved