Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TANTANGAN kedokteran tropis di Indonesia kian meningkat, terutama pasca pandemi covid-19 yang mempercepat penyebaran penyakit menular. Perubahan iklim turut memperburuk situasi dengan mempercepat penyebaran penyakit berbasis vektor seperti malaria dan demam berdarah dengue (DBD).
Sebagai respons terhadap kondisi ini, Pusat Kedokteran Tropis (PKT) Universitas Gadjah Mada (UGM) akan mengadakan Gadjah Mada International Conference on Tropical Medicine (GAMA-ICTM) 2025 pada 13-15 Februari 2025.
Konferensi yang akan berlangsung di Auditorium Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM ini akan mempertemukan para peneliti, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara. Dengan tema Strengthening Health System Resilience for Tropical Disease Control in A Rapidly Changing World, acara ini bertujuan membahas solusi inovatif dan membangun ketahanan sistem kesehatan terhadap penyakit tropis yang semakin kompleks.
“Ada beberapa faktor yang membuat kedokteran tropis ini menjadi isu yang krusial,” ujar Direktur PKT UGM Citra Indriani.
Ia menyoroti meningkatnya resistensi antibiotik, terbatasnya akses terhadap pengobatan dan vaksinasi, serta dampak perubahan iklim terhadap penyebaran penyakit seperti malaria dan DBD.
Selain itu, penyakit tropis seperti tuberkulosis (TBC), HIV, leptospirosis, dan berbagai penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Diseases/NTDs) masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Dr. Citra juga menekankan bahwa meskipun dampaknya luas, penyakit tropis sering kali kurang mendapatkan perhatian yang semestinya. Kurangnya investasi dalam penelitian, keterbatasan akses terhadap vaksin dan obat-obatan, serta stigma sosial terhadap pasien menjadi faktor yang menyebabkan isu ini belum menjadi prioritas utama di tingkat global.
“Karena itu, diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran dan mencari solusi yang lebih efektif,” tambahnya.
Konferensi ini akan menghadirkan berbagai sesi simposium dengan topik-topik penting seperti terobosan terbaru dalam pengendalian malaria, strategi vaksinasi untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan, serta pendekatan One Health dalam menghadapi resistensi antibiotik.
Selain itu, kesenjangan akses terhadap inovasi medis di negara berkembang dan solusi teknologi digital untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan juga menjadi fokus utama.
Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah pembahasan tentang peran sains dan keterlibatan multi pihak dalam pengendalian DBD, termasuk vaksin dengue dan implementasi teknologi Wolbachia di Indonesia.
Teknologi ini telah diimplementasikan oleh Kementerian Kesehatan RI di lima kota sebagai upaya menanggulangi DBD.
Selain sesi simposium, GAMA-ICTM 2025 juga menghadirkan presentasi riset dan pengalaman lapangan. Panitia menerima lebih dari 80 abstrak penelitian dari peneliti dalam dan luar negeri yang akan dipresentasikan secara lisan maupun dalam bentuk poster.
Terdapat pula sesi workshop pra-konferensi dengan tiga tema menarik, yaitu Wolbachia untuk pengendalian dengue berkelanjutan dan pemodelan transmisi penyakit infeksi menular untuk mitigasi ancaman wabah.
Peserta konferensi juga dapat mengunjungi eksibisi Wolbachia Experience yang menampilkan hasil penelitian teknologi Wolbachia yang telah diterapkan di berbagai kota di Indonesia.
Selain itu, tersedia pula booth-booth dari para pendukung acara yang menawarkan berbagai informasi dan inovasi di bidang kesehatan tropis. (RO/Z-10)
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Integrasi data layanan kesehatan menjadi bagian dari ekosistem respons kebencanaan berbasis pengetahuan yang dikembangkan untuk pengambilan keputusan kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Ketua Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito mengingatkan pentingnya menjaga otonomi desa yang merupakan buah dari reformasi.
EKSPLOITASI seksual anak di ruang digital kian mengkhawatirkan dengan maraknya manipulasi konten seksual berupa foto dan video melalui fitur kecerdasan buatan atau AI misalnya lewat Grok.
“Pemilihan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada kejadian banjir susulan akhir tahun 2025 di Desa Lampahan Timur,”
Di sini dipastikan hampir 200 juta nyamuk mencapai kematangan seksual sebelum dilepaskan untuk bereproduksi.
Kisah sukses pemanfaatan teknologi tersebut telah dilaporkan dari Yogyakarta. Hasilnya dapat menurunkan 77% kasus demam dengue dan menurunkan potensi rawat inap hingga 86% pada 2022
Data menunjukkan terjadi peningkatan dari 392 kasus pada tahun 2023 menjadi 871 kasus dengan 14 kematian pada tahun 2024.
NYAMUK Wolbachia merupakan teknologi yang aman dan efektif untuk mengurangi penularan virus demam berdarah dengue (DBD).
Peneliti Riris Andono Ahmad mengatakan pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia dapat menurunkan bahkan peluang peningkatan bahaya demam berdarah dengue (DBD) dalam 30 tahun mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved