Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KORBAN tewas akibat rabies di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berjatuhan. Pada Kamis (23/11) pukul 11.20 Wita, satu pasien rabies Yulius Benu, 49, yang menjalani perawatan di Puskesmas KiE, Kecamatan KiE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) meninggal.
Dengan demikian, korban tewas rabies di Pulau Timor bertambah menjadi 13 orang terdiri dari 11 orang meninggal di TTS dan dua orang meninggal di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Sehari sebelumnya, jumlah korban tewas akibat rabies di Pulau Timor sebanyak 12 orang.
Baca juga: Rabies Meluas di Pulau Timor, Korban Tewas Bertambah jadi 12 Orang
Korban berprofesi sebagai petani asal Desa Boti, Kecamatan KiE, Kabupaten TTS dirawat sejak Selasa (21/11) karena mengalami gejala rabies yakni gelisah, sulit menelan atau minum air, dan rasa takut berlebihan jika terkena udara atau angin.
"Pasien digigit anjing pada 15 Juni 2023 sekitar pukul 15.00 Wita dalam posisi sedang memasukkan anaknya ke dalam rumah, tiba-tiba ada anjing menggigit kaki korban bagian kaki kanan,” kata Kadis Kesehatan TTS dokter Karolina Tahun, Kamis, (23/11).
Baca juga: Penyakit Rabies Memasuki Masa Endemi, Vaksinasi di NTT Tetap Digencarkan
Menurutnya, Yulius menderita dua luka, satu luka tembus dan satu luka robek. Dia hanya hanya mencuci luka dengan air sabun, tetapi tidak datang ke puskesmas untuk melaporkan. Gejala rabies baru muncul pada 20 November 2023 sekitar pukul 23.00 Wita.
(Z-9)
KEMENTERIAN Kesehatan menyerahkan sebanyak 2 ribu vial Vaksin Anti Rabies (VAR) atau vaksin rabies kepada Pemerintah Demokratik Timor-Leste.
KORBAN rabies di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Sampai Rabu (22/11) korban tewas tercatat 12 orang.
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan situasi terkini di Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait kasus rabies sudah memasuki masa endemi.
Kasus rabies menyebar secara cepat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Sampai Minggu (19/11) siang, tercatat 178 kasus gigitan, satu korban di antaranya meninggal.
KORBAN meninggal akibat wabah rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah lagi Sabtu (11/11) jadi 10 orang.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved