Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PELABUHAN penyeberangan ASDP Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (30/10) pagi, heboh dengan penemuan seekor anakan komodo dalam sebuah tas ransel. Bayi komodo berukuran 50 centimeter itu diselimuti kaos kaki hitam.
Upaya penyelundupan komodo ini pertama kali tercium saat petugas Badan Karantina Pertanian Labuan Bajo melakukan pemeriksaan angkutan pertanian di salah satu truk pengangkut pisang yang hendak menyebrang ke Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui pelabuhan ASDP Labuan Bajo.
"Ada satu penumpang yang menitipkan barangnya ke sopir truk untuk dikirim ke Bima. Sopir truk curiga karena tas yang dititipkan ini gerak-gerak dan ketika dibuka ternyata isinya anak komodo," jelas penanggung jawab Badan Karantina Pertanian wilayah kerja Labuan Bajo, Omi Warsih, Selasa (31/10), di Labuan Bajo.
Baca juga: Komodo Kembali Serang Warga
Pihak karantina kemudian menghubungi Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA), dan Gakkum. Setelah dilakukan identifikasi oleh BKSDA dan BTNK, hewan yang ditemukan dalam tas ransel tersebut adalah komodo.
"Modus penyelundupan dilakukan dengan mengemas anakan Komodo dalam kaos kaki dengan kondisi mulut dilakban dan dimasukan dalam tas ransel. Terduga pelaku menumpang kendaraan truk yang akan berangkat menuju Pelabuhan Sape Kabupaten Bima dengan kapal ferry," ujar Kepala Balai Besar KSDA NTT Arief Mahmud, Selasa (31/10).
Pemilik tas ransel yang diketahui bernama Habib Burahman sempat melarikan diri dengan menumpang gojek ke kawasan rawa-rawa Gorontalo, namun berhasil dibekuk tim Buser Polres Manggarai Barat. Dari mulut pelaku terkuak perdagangan hewan komodo telah berlangsung lama di pasar gelap.
Baca juga: Naik Pesawat Garuda, Enam Komodo Pulang Kampung
Burahman merupakan warga Bali. Di Bali, ia bekerja sebagai driver gojek.
Sebelum tertangkap, dirinya telah berulang kali datang ke Labuan Bajo membeli Komodo, bahkan pernah berkunjung ke Dusun Kerora, Desa Pasir Panjang. Dia menemui warga yang bisa menyiapkan 'barang" (Komodo).
Burahman mendapat anak komodo dari warga Kerora sejak Juni 2023. Burahman mengantikan pembeli lain bernama Pepi, yang sebelumnya sering wara-wiri ke Labuan Bajo membeli komodo.
"Sebelumnya teman saya Pepi. Saya mendapat kontak warga Kerora dari Pepi. Tapi kami punya bos yang sama di Surabaya" ungkap Burahman, di Mapolres Manggarai Barat, Selasa (31/10).
Sepanjang 2023, Burahman telah 6 kali melakukan transaksi jual beli komodo. Komodo yang dibeli berasal dari Kawasan Taman Nasional Komodo. Ukuran Komodo yang dibeli bervariasi dari 50 centimeter hingga 1 meter. Dibeli dengan harga Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor. Setelah dibeli Komodo dibawa ke Surabaya melalui jalur darat.
"Hanya 3 komodo yang hidup sampai di Surabaya, 2 komodo mati di jalan, yang terakhir ini ditangkap" kata Burahman.
Selain Burahman, Buser Polres Manggarai Barat bersama Gakkum mengamankan 5 orang lainya yang diduga sebagai penyedia komodo. Kelima orang tersebut yaitu S, 33, F, 18, J, 23, MN, 37, dan A, 20. Seluruhnya merupakan warga Dusun Kerora, Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca.
Keenam diduga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rutan Mahpolres Polres Manggarai Barat.
Sementara itu, Kepala Balai Besar KSDA NTT Arief Mahmud mengapresiasi peran para pihak dalam upaya menggagalkan penyelundupan satwa endemik dan kebanggaan Nusa Tenggara Timur dan bangsa Indonesia.
"Upaya penegakan hukum atas kasus tindak pidana kehutanan ini semoga dapat dilakukan hingga tuntas sehingga menimbulkan efek jera bagi pihak-pihak yang akan melakukan tindakan yang sama," pungkas Arief. (Z-1)
KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menutup total pelayaran wisata ke perairan Taman Nasional Komodo akibat cuaca ekstrem.
Polda NTT mengambil langkah responsif dan tegas dalam menangani tragedi tenggelamnya kapal wisata semiphinisi KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.
Selain melakukan pengawasan, petugas kepolisian juga aktif memberikan edukasi keselamatan kepada calon penumpang sebelum naik kapal.
OPERASI pencarian dan pertolongan (SAR) korban tenggelamnya KM Putri Sakinah telah resmi ditutup. Namun, sejumlah perwakilan keluarga korban memilih tetap bertahan di Labuan Bajo, NTT
KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo resmi membuka kembali pelayaran wisata menuju kawasan Taman Nasional Komodo mulai Jumat, 9 Januari 2026.
Saat ini sekitar 90% wisatawan yang datang ke Labuan Bajo melakukan aktivitas di laut, mulai dari menyelam, snorkeling, hingga wisata bahari lainnya
Kemenhut bersama Polri berhasil menggagalkan aksi perburuan liar bersenjata di kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur.
Program ini dilaksanakan secara komprehensif, mulai survei lahan, pemilihan jenis mangrove, hingga monitoring pertumbuhan secara berkala untuk memastikan kelangsungan hidup pohon.
SEEKOR Komodo remaja ditemukan mati di ruas jalan antara Kampung Kenari menuju Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kementerian Kehutanan menghargai perhatian publik atas rencana pembangunan sarana dan prasarana wisata alam oleh PT Komodo Wildlife Ecotourism (PT KWE) di Pulau Padar, Taman Nasional Komodo.
KOMODO gemoy atau disingkat Komoy menghadirkan ikon ekonomi kreatif khas Indonesia Timur. Kali ini, Komoy beraksi di tengah rangkaian acara untuk anak-anak di Maluku City Mall (MCM).
Delapan wisatawan yang berlayar bersama KM Monalisa 1 berhasil diselamatkan kru KM Tsamara yang kebetulan melintas di lokasi yang sama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved