Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, menganggarkan dana perjalanan ke luar negeri dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebesar Rp 784 juta. Penggunaan anggaran tersebut kurang elok, karena angka kemiskinan masih bermasalah.
Pengamat ekonomi dan dosen Universitas Garut, Oktri Mohammad Firdaus mengatakan kemiskinan di Kabupaten Garut masih tinggi.
"Zaman sekarang yang akan melakukan studi banding bukan seharusnya berkunjung, dengan adanya kemajukan teknologi informasi dan komunikasi bisa melakukan via zoom terlebih dulu hingga menelusuri adanya website. Jadi jangan ada kesan menggunakan dana APBD, perjalanan ke luar negeri itu tidak berdampak pada pembangunan di daerah," katanya, Rabu (30/8).
Baca juga: KPK Bingung Pemkab Garut Pentingkan Anggaran ke Luar Negeri Ketimbang Bansos untuk Atasi Kemiskinan
Jika kunjungan kerja keluar negeri, kata Oktri, harus ada laporan nilai kinerjanya. "Dalam kemiskinan ini kalau misalkan ada dua prioritas yang disandingkan dan coba untuk disandingkan. Apakah pemerintah Kabupaten Garut akan mengentaskan kemiskinan dulu atau perjalanan keluar negeri? Kami bukannya suuzon," ujarnya.
Oktri mengingatkan pemerintah menggunakan dana APBD sesuai sasaran. Apalagi saat ini tingkat kemiskinan masih cukup tinggi. Perjalanan keluar negeri sekarang ini kurang elok kalau diutamakan menggunakan dana dari APBD.
Baca juga: Kebijakan Plafon APBD Perubahan DKI 2023 Berkurang jadi Rp78,7 Triliun
"Kemiskinan yang terjadi di Kabupaten Garut memang tidak merata hingga terjadi adanya masalah mengingat di daerahnya selama ini akan ada daerah otonomi baru (DOB) berada Garut selatan, Utara, dan Kabupaten Garut. Namun, adanya pemerintahan baru dipastikan angka kemiskinan penyebabnya apa? program juga diakomodir dari APBD hasilnya tersebut bagaimana?" paparnya.
Ia mengatakan dalam melakukan program di dalam seharusnya pemerintah daerah harus melakukan upaya berbenah terlebih dulu. Pengadaan jasa berkaitan dengan kemiskinan yang bisa bekerja sama dengan baznas.
"Kemiskinan bisa dijadikan sebagai alat politik dan sekarang kan pesta demokrasi, bisa jadi mereka menjadi objek oknum politik untuk memaksimalkn raihan suara dan Pemerintah Daerah harus hadir dan menarget kemiskinan turunnya. Namun, perjalanan ke luar negeri kalau subtansinya tidak jelas buat apa, tahun politik harusnya ditahan dulu dan jangan memaksakan diri hanya untuk jalan-jalan tapi lebih bijak supaya pemerataan pembangunan harus diselesaikan sesuai harapan," pungkasnya. (Z-3)
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Dengan capaian tersebut, APBD tahun 2025 mencatatkan surplus sebesar Rp41,7 triliun. Sementara itu, net pembiayaan daerah pada tahun yang sama mencapai Rp67,1 triliun.
Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026 resmi diundangkan pada 23 Desember 2025.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan Pemprov DKI Jakarta tengah merevitalisasi sejumlah ruang publik, namun tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Selama kemiskinan terus diperlakukan sebagai objek visual dan emosional, upaya untuk memahaminya secara utuh akan selalu terhambat.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan lahan pertanian di dataran tinggi indonesia yang memiliki potensi mencapai 5,51 juta hektar.
Capaian ini diraih berkat keberhasilan Kabupaten Bekasi menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,44% dan menekan tingkat kedalaman kemiskinan hingga 0,26%.
PEMERINTAH dinilai perlu mendorong pembiayaan ultramikro lebih masif agar menjadi bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan.
Riset terbaru mencatat capaian signifikan dalam satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved