Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Infrastruktur Depok Terabaikan, Pengamat: 78% Anggaran Jalan Lari ke Operasional

Kisar Rajagukguk
20/1/2026 18:53
Infrastruktur Depok Terabaikan, Pengamat: 78% Anggaran Jalan Lari ke Operasional
Pengendara melintas di jalan yang rusak dan berlubang di wilayah Kota Depok, Jawa Barat .(MI/Kisar Rajagukguk)

PERTUMBUHAN ekonomi masyarakat di Kota Depok, Jawa Barat, kian terhambat akibat kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah. Ironisnya, hingga kini belum ada langkah perbaikan signifikan dari pemerintah kota setempat pasca-pergantian kepala daerah pada 2025 lalu.

Kondisi jalan kota maupun jalan provinsi yang berlubang dan retak telah melumpuhkan distribusi barang dan jasa. Padahal, ruas jalan di Depok merupakan urat nadi penghubung utama bagi wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, dan Bekasi.

Anggota DPRD Kota Depok periode 2019-2024, Nurhasim, mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran di wilayah barat, tengah, hingga timur, kerusakan jalan telah berada pada level yang mengkhawatirkan.

"Jalan rusak meningkatkan risiko bagian bawah mobil dan motor akibat membentur permukaan jalan, yang merusak bak oli atau komponen lain yang terletak di bagian bawah mesin," ujar Nurhasim, Selasa (20/1).

Risiko Kecelakaan
Selain menghambat laju ekonomi, kondisi ini memaksa warga merogoh kocek lebih dalam untuk perawatan kendaraan. Nurhasim merinci, guncangan keras akibat lubang jalan merusak knalpot, dudukan mesin, hingga sistem suspensi.

"Kerusakan knalpot, dudukan mesin, bagian bawah mesin, kaki-kaki dan suspensi, berakibat pada ban aus tidak merata dan kemudi tidak stabil. Apalagi sering melewati jalan rusak dengan kecepatan tinggi secara signifikan meningkatkan biaya perawatan dan memperpendek usia pakai mobil," tambahnya.

Keluhan serupa datang dari warga. Maryani, 40, warga Kubah Mas, Kecamatan Limo, menyebutkan bahwa jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.

"Kalau hujan banyak yang jatuh, karena lubang, banyak yang rusak. Ngeri, banyak yang kecelakaan. Paling satu sampai dua pasti ada yang kecelakaan (dalam satu bulan), belum lama ada yang sampai kakinya remuk," keluh Maryani.

Anggaran Dialihkan
Data dari internal Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Depok mencatat sedikitnya terdapat 1.107 titik jalan rusak di seluruh wilayah Depok, dengan 426 titik di antaranya masuk kategori rusak berat. "Ribuan titik jalan rusak tersebut menghantui pengendara di jalan Kota Depok," ungkap seorang pejabat Bina Marga yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi fenomena ini, pengamat kebijakan publik dari Universitas Pancasila (UP), Murthada Sinuraya, memberikan kritik tajam. Ia menyoroti adanya dugaan pengalihan anggaran infrastruktur yang menyebabkan perbaikan jalan terhambat.

"Tak yakin aku jalan-jalan di Kota Depok bakal mulus sampai Pilkada 2030. Karena 78% dari 4,5 triliun dana APBD untuk infrastruktur jalan dialihkan untuk bayar operasional," pungkas Sinuraya. (KG/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya