Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN ekonomi masyarakat di Kota Depok, Jawa Barat, kian terhambat akibat kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah. Ironisnya, hingga kini belum ada langkah perbaikan signifikan dari pemerintah kota setempat pasca-pergantian kepala daerah pada 2025 lalu.
Kondisi jalan kota maupun jalan provinsi yang berlubang dan retak telah melumpuhkan distribusi barang dan jasa. Padahal, ruas jalan di Depok merupakan urat nadi penghubung utama bagi wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, dan Bekasi.
Anggota DPRD Kota Depok periode 2019-2024, Nurhasim, mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran di wilayah barat, tengah, hingga timur, kerusakan jalan telah berada pada level yang mengkhawatirkan.
"Jalan rusak meningkatkan risiko bagian bawah mobil dan motor akibat membentur permukaan jalan, yang merusak bak oli atau komponen lain yang terletak di bagian bawah mesin," ujar Nurhasim, Selasa (20/1).
Risiko Kecelakaan
Selain menghambat laju ekonomi, kondisi ini memaksa warga merogoh kocek lebih dalam untuk perawatan kendaraan. Nurhasim merinci, guncangan keras akibat lubang jalan merusak knalpot, dudukan mesin, hingga sistem suspensi.
"Kerusakan knalpot, dudukan mesin, bagian bawah mesin, kaki-kaki dan suspensi, berakibat pada ban aus tidak merata dan kemudi tidak stabil. Apalagi sering melewati jalan rusak dengan kecepatan tinggi secara signifikan meningkatkan biaya perawatan dan memperpendek usia pakai mobil," tambahnya.
Keluhan serupa datang dari warga. Maryani, 40, warga Kubah Mas, Kecamatan Limo, menyebutkan bahwa jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
"Kalau hujan banyak yang jatuh, karena lubang, banyak yang rusak. Ngeri, banyak yang kecelakaan. Paling satu sampai dua pasti ada yang kecelakaan (dalam satu bulan), belum lama ada yang sampai kakinya remuk," keluh Maryani.
Anggaran Dialihkan
Data dari internal Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Depok mencatat sedikitnya terdapat 1.107 titik jalan rusak di seluruh wilayah Depok, dengan 426 titik di antaranya masuk kategori rusak berat. "Ribuan titik jalan rusak tersebut menghantui pengendara di jalan Kota Depok," ungkap seorang pejabat Bina Marga yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi fenomena ini, pengamat kebijakan publik dari Universitas Pancasila (UP), Murthada Sinuraya, memberikan kritik tajam. Ia menyoroti adanya dugaan pengalihan anggaran infrastruktur yang menyebabkan perbaikan jalan terhambat.
"Tak yakin aku jalan-jalan di Kota Depok bakal mulus sampai Pilkada 2030. Karena 78% dari 4,5 triliun dana APBD untuk infrastruktur jalan dialihkan untuk bayar operasional," pungkas Sinuraya. (KG/P-2)
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Seorang pelajar tewas dalam kecelakaan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, setelah terjatuh akibat jalan berlubang, Senin pagi.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan pengembangan asal Emirat Arab, mengumumkan investasi sekitar Rp4 triliun di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved