Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka memeringati Hari Anak Nasional 2023, Penerbit Erlangga berkolaborasi dengan Solidaritas Erlangga (SOGA) mengadakan kegiatan Erlangga Giat Literasi bersama Komunitas Ngejah, Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kegiatan dilaksanakan baru-baru ini, acara ini diawali dengan pembukaan, sambutan, penyerahan bantuan, dan puncak acara dari kegiatan ini yakni mewarnai serta story telling bersama Kak Ryan.
Acara dihadiri 110 anak-anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan komunitas Ngejah, serta masyarakat sekitarnya.
Baca juga: Hari Anak, JCI Bandung Ajak Anak Disabilitas Nonton Film Tegar
Dalam sambutannya, Penerbit Erlangga Garut yang diwakili Husnul mengatakan kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk membantu meningkatkan literasi anak-anak Indonesia.
“Tentu saja sudah menjadi fokus dan perhatian kami sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan untuk peningkatan literasi anak-anak Indonesia,” ucapnya dalam keterangan pers, Selasa (25/7).
Terima Kasih Buka Akses Literasi
Sementara itu, Kang Opik yang merupakan Ketua Komunitas Ngejah, mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Erlangga yang telah mengadakan kegiatan literasi di mana bertepatan dengan perayaan hari jadi Komunitas Ngejah yang ke-13.
“Mari membuka akses literasi selebar-lebarnya untuk kemajuan Indonesia,” ucap Opik.
Baca juga: Penerbit Erlangga Kembali Raih Top Brand Gen Z 2023
Di kesempatan berbeda, Irving William P.W. Manajer Marketing Nasional Penerbit Erlangga, mengatakan sasaran kegiatan Erlangga Giat Literasi diutamakan bagi masyarakat yang berada di daerah di Indonesia.
“Cita-cita kami semoga bisa menjelajah hingga ke pelosok-pelosok Indonesia,” harap Irving.
Sementara itu, Kang Opik yang merupakan Ketua Komunitas Ngejah, mengucapak terima kasih kepada Penerbit Erlangga yang telah mengadakan kegiatan literasi bertepatan dengan perayaan hari jadi Komunitas Ngejah yang ke-13.
Baca juga: Tingkatkan Literasi, Patjarmerah Gelar Pasar Buku dan Festival Literasi di Solo
“Komunitas Ngejah berupaya menanamkan minat baca tulis, literasi media, melestarikan seni budaya daerah setempat, ekonomi mandiri bagi pemuda dan masyarakat sekitar, pembinaan keagamaan, serta pelestarian lingkungan hidup, Mari membuka akses literasi selebar-lebarnya untuk kemajuan Indonesia,” ucap Opik. (RO/S-4)
Demi keselamatan para siswa, anggota kepolisian turun langsung ke sungai dan menggendong anak-anak satu per satu agar dapat menyeberang dengan aman.
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik.
Kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit.
Data hasil TKA menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah.
Kemendikdasmen berkomitmen menyempurnakan TKA melalui evaluasi berkelanjutan dan dialog dengan pemangku kepentingan.
13 keluarga yang berada di Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Sayung, Demak saat ini harus hidup di atas rumah panggung karena rob sudah menjadi langganan.
BUDAYA sekolah aman dan nyaman merupakan sebuah kebijakan baru kementerian yang mengurusi pendidikan dasar dan menengah.
Ajang kompetisi olahraga dan seni antar SMA bertajuk SkyBattle 2026 yang digelar oleh SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, resmi berakhir.
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
Prioritas utama dari kebijakan ini adalah untuk menjamin kesehatan serta keselamatan para peserta didik di tengah risiko bencana hidrometeorologi.
Dalam rangka penanganan bencana Sumatra, Abdul Mu’ti menekankan bahwa Kemendikdasmen memerlukan anggaran sebesar Rp5,03 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved