Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur mayoritas kota besar di Indonesia pada Minggu (23/7).
Prakirawan BMKG Maria Klaudiana Djiling seperti dilansir dari Antara mengatakan aktivitas gelombang ekuator outgoing longwave radiation (OLR) dan madden jullion oscillation (MJO) masih berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas pertumbuhan awan hujan di bagian utara Kalimantan.
"Daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan terdapat di sebagian wilayah Sumatra, bagian utara Kalimantan, sebagian Sulawesi, dan sebagian wilayah timur Indonesia," kata Maria.
Di Sumatra, kota-kota masih berpotensi terjadi hujan. Hujan ringan diprakirakan turun di Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bengkulu, dan Bandar Lampung, serta hanya Padang yang diprakirakan mengalami hujan lebat.
Baca juga: BMKG Kembali Ingatkan Warga Jabar Tren Musim Kemarau
Sedangkan, Pekanbaru, Palembang, dan Jambi umumnya cuaca berkabut dengan suhu udara berkisar antara 23 sampai 33 derajat Celcius.
Di Jawa, hujan ringan juga berpotensi mengguyur Serang, Bandung, dan Semarang. Adapun Jakarta diprakirakan berawan, serta Yogyakarta dan Surabaya berpotensi cerah berawan dengan suhu udara berkisar 23 sampai 33 derajat Celcius.
Sementara itu, Kepulauan Bali dan Nusa Tenggara umumnya berawan hingga cerah berawan dengan suhu udara berkisar 21 hingga 32 derajat Celcius.
Kota-kota besar di Kalimantan umumnya berawan hingga berawan tebal, kecuali di Tanjung Selor karena berpotensi hujan yang disertai kilat atau petir.
Di Sulawesi, langit berawan hingga cerah berawan berpotensi memayungi wilayah Makassar, Gorontalo, Manado, dan Kendari dengan suhu udara berkisar antara 23 sampai 33 derajat Celcius. Potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di Mamuju dan waspadai potensi hujan petir di Palu.
Selanjutnya, kota-kota di wilayah Indonesia Timur masih didominasi cuaca hujan. Potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di Ambon, sedangkan Manokwari dan Jayapura diprakirakan turun hujan dengan intensitas sedang, kecuali Ternate umumnya cuaca cerah berawan dengan suhu udara berkisar 24 hingga 32 derajat Celcius.
BMKG melaporkan Siklon Tropis Doksuri terpantau berada di laut Filipina dengan kecepatan angin maksimum 45 knot dan tekanan udara 994 milibar.
Baca juga: El Nino Ancam Produktivitas Pertanian
Sistem itu diprakirakan bergerak ke arah barat dan menginduksi kecepatan angin lebih dari 25 knot di wilayah Filipina, Samudra Pasifik, utara Halmahera hingga timur Filipina.
Faktor dorongan massa udara kering yang mampu mengangkat uap air basah di depan wilayah intrusi menjadi lebih hangat dan lembab diprakirakan terdapat di wilayah Papua dan Papua Barat.
"Waspadai peningkatan ketinggian gelombang laut akibat peningkatan kecepatan angin lebih besar dari 25 knot di wilayah Laut Andaman, Samudra Hindia, selatan Jawa, kemudian perairan utara Halmahera, dan Laut Arafuru," pungkas Maria. (Z-6)
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved