Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMARAU belum sampai puncaknya, namun kekeringan sudah melanda desa-desa di Jawa Tengah. Dari pantauan Media Indonesia hingga Sabtu (1/7), ada 12 daerah di Jawa Tengah yang mengalami kekeringan, di antaranya Cilacap, Sragen, Grobogan, Blora, Pelamang, Tegal, Brebes, dan Demak.
Warga mengalami kesulitan air bersih karena sumber mata air mulai mengering meski di beberapa wilayah masih terdapat hujan intensitas ringan.
"Kekeringan dan kesulitan air bersih di desa kami sudah berlangsung berpuluh tahun lamanya, kami mengandalkan bantuan air setiap datang musim kemarau," kata Kepala Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang Sutrisno.
Baca juga: BPBD Sleman Siaga Bencana Kekeringan
Hal serupa juga diungkapkan Lurah Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Suwarno, bahkan di wilayahnya kesulitan air bersih meluas dari sebelumnya hanya satu RT, menjadi empat RT.
Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Dikki Rulli Perkasa mengatakan berdasarkan data, kekeringan terjadi di 38 desa di 12 daerah dan bahkan diperkirakan akan mencapai puncak pada Juli-Agustus mendatang.
Mengantisipasi kebutuhan air bersih di desa dilanda kekeringan, sebanyak 206 tangki air bersih (1.011.500 liter) baik dari Pemrov Jateng, pemerintah daerah, TNI, Polri maupun perusahaan swasta melalui program CSR telah disalurkan ke desa-desa tersebut.
Baca juga: Kekeringan, Sawah di Pidie Terancam Puso
"Diprediksi kekeringan sebagai dampak fenomena El Nino tahun ini lebih panjang, bahkan seperti disampaikan BMKG di beberapa daerah sampai tujuh bulan tanpa hujan," ujar Dikki Rulli Perkasa.
Sebagai antisipasi kesulitan air bersih sebagai dampak kemarau, lanjut Dikki, BPBD Jawa Tengah telah membuat skenario seperti saat tahun 2019 dengan masa kemarau mencapai sembilan bulan. "Belum ada laporan kekurangan air bersih luar biasa, tetapi kita siapkan bantuan termasuk antisipasi kebakaran," imbuhnya. (Z-6)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi
Kecamatan Pauh dan Kuranji mengalami krisis air bersih akibat sumur mengering serta kerusakan bendungan dan irigasi pascabencana November 2025.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih di Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Kalsel dan Sulsel.
Ratusan pengungsi banjir di Aceh Tamiang mendesak bantuan air bersih dan MCK. PDAM rusak fatal, kondisi tenda pengungsian memprihatinkan.
Menurut anggota tim pengabdian Dr Imam Muslem, kegiatan tersebut dilakukan secara adaptif mengikuti dinamika pasca bencana.
BANJIR bandang dan tanah longsor yang puncaknya terjadi pada 26-27 November lalu sedikitnya telah meluluhlantakkan 52 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved