Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berinsial JP, 66, ditangap Polres Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat hendak kabur menuju Timor Leste.
JP ditangkap di terminal Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, saat naik bus Angkutan Antar Lintas
Batas Negara (ALBN) rute Kupang-Timor Leste.
"Dari hasil pantauan, pelaku bergerak dari Kabupaten Kupang ke Belu menggunakan bus angkutan antar lintas batas negara. Mendapat informasi yang bersangkutan hendak menuju Timor Leste, Kasat Intel Iptu Imanuel Lado langsung mengutus anggotanya ke PLBN Motaain untuk berkordinasi dengan pihak imigrasi disana," kata Kapolres Belu AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak, Minggu (11/6).
Baca juga: Tiga Kasus TPPO Berhasil Diungkap Polres Ende
Menurutnya, penangkapan dilakukan pada Sabtu (10/6) sekita pukul 15.00 WITA. Setelah ditangkap, Ia langsung dibawa ke Poles Belu untuk dimintai
keterangan.
JP ditangkap sehubungan dengan kasus TPPO dengan korban IESB pada Mei 2022. IESB adalah warga Dusun Seo B, Desa Rinbesi Hat, Kecamatan
Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.
Baca juga: Polda Metro Jaya Ringkus 2 Wanita Sindikat TPPO
Dari laporan IESB, personel Sat Reskrim Polres Belu melakukan penyelidikan sejak 9 Juni 2023 hingga akhirnya menemukan pelaku hendak meninggalkan wilayah Indonesia menuju Timor Leste.
“Dengan kerja sama yang baik dari Sat Reskim bersama Intel dan pihak imigrasi, pelaku JP kita amankan beserta barang bukti berupa paspor milik yang bersangkutan," ujarnya. (Z-10)
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved