Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini Sumatra Utara (Sumut) kekurangan dokter spesialis obgyn di daerah pelosok karena banyak dari mereka yang memutuskan pensiun dini.
Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Obgyn adalah dokter kandungan. Dokter yang mengkhususkan diri dalam kesehatan reproduksi wanita, termasuk menstruasi, kehamilan, persalinan dan menopause.
Hal itu diungkapkan Johny Marpaung, Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Sumut, seusai Pelantikan POGI Cabang Sumut periode 2022-2025, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No 30, Kota Medan, akhir pekan lalu.
Baca juga:
> Tiga Masalah Utama Dokter Bedah Saat Ini
> 10 Dokter Spesialis akan Operasi Bayi Kembar Siam di Flores Timur
Johny mengungkapkan hal itu menanggapi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang mengeluhkan kurangnya dokter spesialis obgyn di daerah, khususnya wilayah pelosok atau terpencil. Edy mengatakan, kurangnya dokter spesialis obgyn di daerah merupakan salah satu masalah di bidang kesehatan di Sumut saat ini.
"Ini bukan karena tidak adanya dokter, tetapi mereka tidak mau bertugas di pelosok," katanya.
Menurut Edy, Sumut sedang kekurangan dokter spesialis obgyn yang bertugas di daerah. Kondisi itu dapat dilihat di berbagai rumah sakit umum daerah (RSUD) di kabupaten dan kota di Sumut.
Gubernur menilai kondisi itu bukan disebabkan jumlah dokter yang kurang tetapi karena ketidak inginan para dokter obgyn bertugas di daerah pelosok. Penilaian itu tidak dibantah Johny.
Menurut Johny, kurangnya dokter spesialis yang bertugas di RSUD karena banyak dari mereka memilih pensiun dini. Pilihan pensiun dini tersebut utamanya disebabkan dua faktor, yakni penghasilan dan kenyamanan.
Baca juga: Pendidikan Dokter Spesialis akan Didesentralisasi
"Alasan dokter obgyn melakukan itu terkait kesejahteraan yang diterima bertugas di daerah dan mereka tidak betah," ungkap Johny.
Rumah sakit yang sedang kekurangan dokter obgyn salah satunya adalah RSU di Kota Pematangsiantar. Rumah sakit berstatus B tersebut saat ini hanya memiliki dua dokter spesialis obgyn. (Z-6)
Legislator PDIP Edy Wuryanto mendesak pemerintah memprioritaskan pemenuhan dokter spesialis di daerah 3T serta mencegah mahalnya pendidikan kedokteran.
MENTERI Kesehatan memiliki ambisi besar untuk mereformasi sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
KETUA Kolegium Ilmu Penyakit Dalam PAPDI, Rudy Hidayat, mengatakan kebutuhan dokter spesialis penyakit dalam saat ini adalah bukan pada produksi.
PENASIHAT Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, menyoroti masih terjadinya ketimpangan distribusi tenaga kesehatan di Indonesia.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, mendorong para dokter umum di Sulteng melanjutkan pendidikan dokter spesialis melalui Program Beasiswa Berani Cerdas.
Kemenkes mencatat masih banyak rumah sakit daerah yang belum memenuhi ketersediaan tujuh dokter spesialis dasar. Saat ini, baru sekitar 74 persen dari total 614 rumah sakit
Razia kendaraan yang dilakukan Gubernur Sumut Bobby Nasution tidak seharusnya dilakukan karena berpotensi memicu ketegangan antardaerah.
Fraksi PDIP DPR RI menerima audiensi sejumlah masyarakat dari Desa Sihaporas, Kabupaten Simalungun, dan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Pengungkapan narkoba harus dilakukan bersama-sama dan tidak bisa dari satu sektoral.
“Perhitungan SROI merupakan komitmen keterbukaan dan pertanggungjawaban kepada stakeholders untuk mengontrol penggunaan sumber daya agar lebih efektif dan efisien.
Sengketa mengenai status empat pulau dari Aceh ke Sumatra Utara, kata Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi akan diambil alih oleh pemerintah pusat.
Yusril mengajak berbagai pihak, termasuk politisi, akademisi, ulama, aktivis, hingga tokoh-tokoh masyarakat agar menyikapi permasalahan ini dengan tenang dan penuh kesabaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved