Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Sumatera Utara (Sumut) memeriksa kembali lokasi penemuan jasad Bripka Arfan Saragih di Dusun Simullop, Desa Siogung Ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Dari pemeriksaan ulang didapatkan fakta baru kasus ini,
"Tim Inafis Polda Sumut menemukan satu orang saksi yang tinggal di sekitar TKP," ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Selasa (28/3).
Menurut Hadi, saksi tersebut mengaku melihat ada sepeda motor yang sudah terparkir sekitar dua hari sebelum penemuan jasad Bripka Arfan. Selama itu pula tidak dilihatnya pemilik atau pengendara dari sepeda motor tersebut. Saksi itu tidak terlalu menghiraukan karena mengira sepeda motor tersebut milik anak muda yang berpacaran.
Hadi menjelaskan, setelah Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak memerintahkan untuk mengambil alih kasus dari Polres Samosir, Polda Sumut segera membentuk tim yang terdiri dari personel Ditreskrimsus, Ditreskrimum, dan Propam. Tim ini bertugas melakukan pengusutan ulang kematian Bripka Arfan.
Tim mengawali pengusutan ulang dengan kembali melakukan olah TKP di Desa Simullop. Tim melakukan olah TKP ulang dengan cara menempatkan barang bukti sesuai sket, pengamatan dan pengambilan barang bukti. Selain itu dilakukan juga reka ulang kondisi awal sampai akhir korban hingga ditemukan meninggal dunia. Polda Sumut juga menganalisa kembali hasil visum penyebab kematian Bripka Arfan yang dikeluarkan saat kasus masih ditangani Polres Samosir.
"Tim labfor juga telah melakukan penelitian apakah ada petunjuk yang masih dapat dilakukan pemeriksaan forensik. Seperti bercak darah serta barang bukti padat dan cair," tambahnya.
Bripka Arfan yang diduga menggelapkan uang pajak kendaraan senilai total sekitar Rp2,5 Milliar dari Samsat Samosir UPT Pangururan, ditemukan sudah menjadi mayat Senin (6/2) di bibir tebing yang curam. Di dekat jasad Arfan ditemukan botol minuman bersoda berwarna keruh.
Polisi juga mengaku mendapati tas hitam bermerek Asus berisi 19 lembar BPKB dan 25 lembar dokumen STNK. Tas tersebut didapati berjarak sekitar 80 cm dari jasad Bripka Arfan.
Setelah melakukan pengusutan, Polres Samosir menyimpulkan bahwa Arfan tewas akibat bunuh diri. Tim ahli digital dan tim forensik menyimpulkan penyebab kematian Bripka Arfan akibat minum cairan jenis Sianida.
Namun pihak keluarga tidak menerima kesimpulan tersebut. Mereka merasa kematian Arfan penuh dengan kejanggalan sehingga memutuskan mengadu ke Kapolda Sumut. (R-2)
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
SEORANG pria diduga memanggul mayat di RT 012 RW 06 Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ia terekam oleh kamera pengawas CCTV. Kepolisian langsung melakukan penyelidikan
Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Lahir di Merauke pada 24 Januari 1972, karier Brigjen Pol Yulius Audie Latuheru didominasi oleh bidang reserse.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
KASUS Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta, serta perlakuan intimidatif terhadap penjual es gabus karena pemahaman keliru jiwa korsa di tubuh kepolisian dianggap pemicu arogansi aparat.
Demi keselamatan para siswa, anggota kepolisian turun langsung ke sungai dan menggendong anak-anak satu per satu agar dapat menyeberang dengan aman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved