Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMPROV Sumut melakukan pembangunan 10 jembatan di daerah-daerah terdampak bencana banjir. Menggandeng TNI, pembangunan ini ditarget tuntas pada Maret 2026 untuk mempercepat pemulihan konektivitas antarwilayah.
Ketua Harian Satgas Penanganan Darurat Bencana Provinsi Sumut Basarin Yunus Tanjung mengungkapkan, pembangunan jembatan difokuskan di dua kabupaten yang mengalami keterbatasan akses akibat bencana. Yakni di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
"Ada 10 jembatan yang sedang kita bangun bekerja sama dengan TNI. Saat ini delapan jembatan sudah siap," ujarnya, Kamis (26/2).
Namun, akibat banjir susulan pada 11 dan 16 Februari lalu, satu jembatan kembali bergeser dan mengalami kerusakan. Jembatan itu kini masih dalam perbaikan.
Basarin menjelaskan, wilayah-wilayah terdampak bencana saat ini memang tidak terisolasi total karena masih bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua atau berjalan kaki. Namun akses kendaraan roda empat untuk distribusi stok pangan hanya bisa dilalui setelah perbaikan jembatan selesai.
Untuk Taput, wilayah-wilayah itu mencakup Kecamatan Sipaholon dan Kecamatan Parmonangan. Seperti Desa Rura Julu Tomuan, Desa Pertengahan, Desa Huta Tua dan Desa Huta Julu Parbalik.
Sementara di Tapteng, wilayah-wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tukka dan Kecamatan Sibabangun. Seperti Desa Saur Manggita, Desa Sait Kalangan Dua, Desa Sigiring-giring dan Desa Sibio-bio.
Dalam pengerjaannya, lanjut Basarin, Pemprov Sumut dan TNI menggunakan model jembatan aramco. Yakni konstruksi berbahan besi dengan plat tembok yang bagian atasnya ditimbun tanah.
Pemprov melakukan pengadaan material, sedangkan TNI menyediakan peralatan. Selain pembangunan jembatan, dilakukan juga penggalian timbunan di sepanjang jalan desa.
"Kita harapkan cuaca mendukung sehingga Maret nanti sudah bisa dilalui roda empat untuk mengangkut stok makanan," ujarnya.
Dia juga mengatakan, untuk mengantisipasi dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem, pemprov sudah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 18-21 Februari di dua titik. Yakni Bandara Silangit dan Bandara Kualanamu.
Langkah ini diambil untuk memecah curah hujan. Dengan begitu, curah hujan tidak terkonsentrasi pada satu titik yang dapat menghambat progres pembangunan.
Pemprov mencatat, sejak akhir November 2025, jumlah warga terdampak bencana banjir dan longsor di wilayahnya mencapai 1.803.725 jiwa (479.047 KK). Sebanyak 376 orang di antaranya meninggal dunia dan 40 lainnya belum ditemukan.
"Sebanyak 3.506 jiwa atau 909 KK saat ini masih berada di posko pengungsian," pungkas Basarin. (H-2)
SUMATRA Utara disebut sebagai wilayah dengan penerapan sanksi hukum paling ekstrem bagi para pelaku kejahatan narkotika di Indonesia.
POLISI menggagalkan upaya pengiriman narkotika jenis sabu seberat delapan kilogram yang dikirim dari Sumatra Utara (Sumut) menggunakan bus angkutan umum dengan modus sebagai oleh-oleh.
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved