Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWANAN rampok dengam modus pecah kaca mobil, Rabu (1/3) beraksi di halaman parkir Gedung Korpri, Cianjur Jawa Barat. Akibatnya, uang Dana Desa sebesar Rp146.061.000 yang baru dicairkan Kepala Desa Cisujen Kecamatan Takokak, Uum Suanda raib digondol kawanan rampok.
Berdasarkan informasi, peristiwa terjadi saat Uum Suanda bersama Bendahara Desa Cisujen, Asep Ganur Muhajir hendak menghadiri acara Forum SKPD di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) di kawasan Gedung Korpri.
Namun, setiba di lokasi acara Forum SKPD sudah selesai. Uum bersama Asep kemudian menemui Camat Takokak yang tengah berada di kantin sedangkan uang yang baru dicarikan dari Bank BJB yang tersimpan di dalam tas ditinggal di dalam mobil. "Saat kembali ke tempat parkir, kaca belakang mobil sebelah kanan sudah pecah dan yang Dana Desa tersebut raib," kata Camat Takokak Budi Rahayu, Rabu (1/3).
Kejadian itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. "Sudah ditangani Polsek Karangtengah," pungkas Budi. (OL-15)
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
ANGGOTA Komite 1 DPD dari Dapil Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Hidayattollah atau yang akrab disapa Dayat El mengatakan pengelolaan dan pengawasan dana desa harus dikuatkan.
KPK mendalami dugaan pemerasan dalam rekrutmen perangkat desa di Pati, termasuk perencanaan anggaran dan dugaan mahar jabatan. Empat tersangka ditetapkan.
EKONOM Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai keputusan memotong alokasi dana desa untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mencederai rasa keadilan masyarakat desa
KPK mengungkapkan, dugaan pemerasan ini berkaitan dengan rencana pengisian 600 lebih formasi perangkat desa yang tersebar di 21 kecamatan.
Ketua Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito mengingatkan pentingnya menjaga otonomi desa yang merupakan buah dari reformasi.
Program pembangunan pedesaan di Jawa Tengah pada 2026 dipastikan terganggu lantaran dana desa yang bakal diterima anjlok dari Rp1 miliar per desa menjadi Rp300 juta-Rp400 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved