Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSONEL Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menyita sebuah busur panah, puluhan buku, dan tiga jaket berlambang organisasi tertentu dari rumah seorang terduga teroris jaringan Jemaah Islamiyah (JI) di Kota Palembang, Sumatra Selatan.
Penyitaan tersebut dilakukan Tim Densus 88 Antiteror dalam operasi penggeledahan sebuah rumah terduga teroris, yakni seorang pria berinisial IR alias Ibad, 30, berlokasi di kompleks Tanjung Barangan Asri, Blok E1, Ilir Barat 1, Palembang, Selasa (14/2).
Ketua RT 004/003 Tanjung Barangan Palembang Sukarya Darmawan saat ditemui di lokasi, Selasa, membenarkan adanya operasi dan penyitaan ketiga jenis barang dari rumah seorang warganya berinisial IR itu.
Sukarya mengaku menyaksikan langsung peristiwa penggeledahan dan penyitaan tersebut sebab personel Densus 88 memintanya menjadi saksi bersama ketua RW setempat.
"Ya, hanya kami berdua saja (orang sipil) yang diminta menyaksikan penggeledahan dan penyitaan tiga jenis barang itu oleh tim Densus," kata dia.
Ia menyebutkan ada sekitar 10 orang anggota Densus 88 masing-masing berseragam lengkap dan berpakaian sipil yang melaksanakan operasi penggeledahan.
Operasi tersebut berlangsung cepat dan lugas, ditaksir tidak lebih lebih 1,5 jam, mulai sekitar pukul 10.30 WIB dan berakhir pada pukul 12.00 WIB.
Menurut dia, dalam waktu yang singkat itu, hampir semua sisi ruangan di rumah tersebut tidak luput dari penggeledahan aparat berwajib yang dipandu oleh seseorang melalui saluran panggilan video.
Baca juga: Gempa Bumi 5,3 Magnitudo di Parigi Moutong Bikin Panik Warga
"Saya tidak tahu dalam video itu siapa? Apakah saudara IR atau bukan? Kami tidak ada yang boleh merekam cuma menyaksikan. Ini tercantum dalam surat perintah yang mereka (Densus 88) kasih lihat kepada saya," kata Sukarya yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Palembang.
Pada saat penggeledahan, dia mendapati di dalam rumah bertipe 36 itu dihuni istri dan seorang anak dari terduga teroris IR.
Dari informasi yang disampaikan kepada Sukarya, IR adalah terduga teroris jaringan JI yang ditangkap Densus 88 di Provinsi Lampung beberapa hari yang lalu.
Sukarya mengatakan bahwa tim Densus 88 membawa ketiga jenis barang dari dalam rumah menggunakan 2 unit mobil minibus warna hitam bernomor polisi wilayah Provinsi Lampung.
Ia mengatakan bahwa IR sekitar satu tahun meninggalkan kompleks Tanjung Barangan Asri, Palembang.
Sebelumnya, lanjut dia, yang bersangkutan dikenal warga setempat sehari-hari mengajar ngaji dan berpartisipasi aktif dalam segala kegiatan di masjid kompleks, Masjid Ar Rahmah.
"Dia orangnya baik, ramah, dan pemurah, bahkan sering membagikan susu kedelai kepada warga. Dia di sini cukup rutin menggelar kegiatan rukun warga seperti pengajian, syukuran, dan hajatan. Nah, IR ini tidak pernah mau menampakkan muka saat difoto," kata Sukarya.
Berdasarkan pantauan, usai tim Densus 88 melakukan penggeledahan rumah berwarna hijau yang rimbun tanaman hias itu tampak sepi dan tidak ada aktivitas apa pun. (Ant/OL-16)
Simak syarat tinggi badan terbaru penerimaan Polri 2026 untuk jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama. Cek aturan khusus untuk wilayah Papua dan daerah terpencil.
Cek link resmi pendaftaran Polri 2026 di penerimaan.polri.go.id. Simak jadwal terbaru Akpol, Bintara, Tamtama, dan syarat lengkap rekrutmen Polri 2026.
Polri resmi buka pendaftaran Akpol, Bintara, & Tamtama 2026 mulai Maret. Cek jadwal, syarat tinggi badan, dokumen administrasi, dan link resmi di sini!
Personel Polri terjun langsung mengunjungi panti asuhan, panti jompo, hingga keluarga prasejahtera untuk menyalurkan santunan dan paket sembako.
Polri menyatakan akan mendalami polemik terkait penetapan Nabilah O’Brien, pemilik rumah makan Bibi Kelinci, sebagai tersangka.
Sebagai hasil akhir, forum diskusi ini merumuskan sejumlah rekomendasi profesional yang akan disampaikan kepada pihak kepolisian terkait.
Penyitaan ini dilakukan sebagai langkah krusial untuk membedah keterlibatan korporasi yang terjerat dalam kasus perintangan penyidikan
Kejagung menggeledah puluhan lokasi di Riau dan Medan terkait dugaan korupsi ekspor CPO dan turunannya periode 2022–2024. Penyidik menyita aset tanah, pabrik sawit, hingga alat berat.
KPK menyita Rp5 miliar dari penggeledahan di Ciputat terkait kasus suap dan gratifikasi impor barang KW di Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
KPK menggeledah kantor serta rumah dinas Ketua dan Wakil Ketua PN Depok terkait kasus suap sengketa lahan. Penyidik menyita dokumen dan uang USD50 ribu.
Menurut Budi, penggeledahan juga terjadi di Kantor Pusat Bea dan Cukai. Total uang yang diambil penyidik masih dihitung.
Kendaraan dinas yang diperiksa, di antaranya mobil dinas Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Hardianto dan mobil dinas Kepala Bagian Umum Kota Madiun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved