Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUM Bulog Cabang Pekalongan, Jawa Tengah menggelontorkan 28 ton beras kelas medium ke 12 pasar di wilayah pantai utara (pantura). Hal itu dilakukan untuk menurunkan harga beras di pasaran.
Pemantauan Media Indonesia Rabu (1/2) harga beras medium di berbagai daerah di pantura Jawa Tengah masih bertahan tinggi di diatas Rp12.000 per kilogram. Hal ini disebabkab pasokan dari daerah penghasil beras seperti Demak, Grobogan, dan Pati kurang akibat banjir beberapa waktu lalu.
Sementara itu panen raya di beberapa daerah diperkirakan baru akan dimulai Februari ini. Sehingga meskipun beras di pasaran masih tersedia namun harga tetap bertahan tinggi.
Guna menjaga pasokan beras dan dapat menekan harga, Perum Bulog Cabang Pekalongan kembali gelontorkan beras kelas medium di pasaran. "Ada 28 ton beras digelontorkan di 12 pasar di daerah Batang hingga Brebes" ujar Kepala Perum Bulog Cabang Pekalongan, Ramadin Ruding.
Penggelontoran beras dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tersebut, demikian Ramadin Ruding, dibagi masing-masing pasar sekitar dua ton per hari dengan harga Rp47.000 dalam kemasan lima kilogram atau Rp9.400 per kilogram.
Harga tebus beras medium dari Bulog Rp8.300 per kilogram, lanjutnya Ramadin Ruding, sehingga pengecer penjualan maksimal Rp9.400 per kilogram. "Kalau melebihi ketetapan harga eceran tertinggi maka hak penjualan beras medium SPHP tersebut akan kami cabut," tambahnya.
Sementara itu beberapa pedagang beras Bulog tersebut mengaku beras cepat habis terjual, setelah diterima dan dipasarkan harga dalam beberapa jam satu ton beras langsung ludes. "Sangat laris karena harga murah dibandingkan beras umumnya di pasaran," ujar Siti, pedagang beras di Pasar Batang.
Hal serupa juga diungkapkan pedagang lain di Pasar Pekalongan, Sunarsi. Menurutnya tingginya harga beras saat ini karena pasokan dari beberapa daerah seperti Demak dan Grobogan berkurang akibat banjir awal tahun lalu. "Kami biasanya mendapatkan pasokan dari sana, tetapi harga juga masih tinggi," ungkapnya. (OL-15)
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
Cek harga cabai di 5 pasar utama Batam (Tos 3000 hingga Penuin) per 18 Februari 2026. Harga rawit merah tembus Rp85.000/kg jelang Ramadan.
Update harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati per 18 Februari 2026. Harga cabai rawit merah mulai turun ke Rp80.000/kg jelang Ramadan 1447 H.
Pantau harga pangan terbaru hari ini 18 Februari 2026. Cabai rawit merah tembus Rp88.600/kg, telur ayam Rp32.200/kg. Cek daftar lengkap harga sembako PIHPS di sini.
Pantauan harga pangan di Pasar Botania dan Tos 3000 Batam. Harga ayam Rp45.000, cabai rawit Rp85.000. Cek update harga sembako terbaru di sini.
Kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang, sementara harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg.
Harga cabai merah kriting saat ini juga mengalami kenaikan hingga Rp56 ribu per kg dan harga cabai merah besar mengalami kenaikan Rp50 ribu per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved