Senin 23 Januari 2023, 15:58 WIB

Perbup Nomor 10/2020 Cegah Pernikahan Anak Di Bawah Umur Di Cianjur

Benny Bastiandy | Nusantara
Perbup Nomor 10/2020 Cegah Pernikahan Anak Di Bawah Umur Di Cianjur

ANTARA
Ilustrasi

 


PERATURAN Bupati Cianjur Nomor 10/2020 tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak diyakini cukup jitu menekan angka terjadinya kasus pernikahan di bawah umur di wilayah itu. Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) setempat pun terus berupaya agar fenomena pernikahan anak bisa dicegah sedini mungkin.

Kepala Bidang P3A Dinas P2KBP3A Kabupaten Cianjur, Tenty Maryanthy, pernikahan anak menjadi fenomena sosial yang memang harus dicegah sejak dini. Pemerintah daerah pun berkewajiban mencegahnya.

"Di Kabupaten Cianjur sekarang sudah ada perbup-nya. Untuk mencegahnya, semua unsur pentahelix harus ikut terlibat," kata Tenty, Senin (23/1).

Dinas P2KBP3A sendiri memiliki program bernama Taman Anak untuk Cianjur Zero Kawin Anak atau disingkat Tauco Cap Ramah Anak. Programnya diimplementasikan secara edukatif dan rekreatif. "Seperti kegiatan penyuluhan, kesenian, olahraga, pengajian, kegiatan keagamaan, keterampilan, dan lainnya," sebut Tenty.

Dengan berbagai kegiatan itu diharapkan bisa mengisi waktu luang anak dengan berbagai hal positif. Di setiap kesempatan melaksanakan kegiatan selalu diselipkan pesan-pesan edukatif kepada anak dan orang tua. "Pada prinsipnya kita mengedukasi anak dan orang tua dampak negatif melakukan pernikahan dini atau belum waktunya," terangnya.

Data Dinas P2KBP3A Kabupaten Cianjur, berdasarkan Pendataan Keluarga pada 2015 terdapat sebanyak 429.842 pasangan usia subur (PUS) di Kabupaten Cianjur. Dari jumlah tersebut sebanyak 346.916 PUS atau 80,71% menikah di bawah usia 21 tahun.

Sementara pada Pendataan Keluarga 2021  terdapat sebanyak 428.843 PUS. Dari jumlah tersebut sebanyak 208.695 PUS atau 48,66% yang menikah di bawah usia 21 tahun.

"Kalau melihat perbandingan data, ada penurunan signifikan PUS yang menikah di bawah usia 21 tahun. Selain sudah terbitnya perbup, berbagai program yang kami jalannya juga berjalan cukup efektif," pungkasnya.

Sementara berdasarkan data Pengadilan Agama Kabupaten Cianjur kurun tiga tahun terakhir jumlah permohonan dispensasi kawin trennya terus menurun. Pada 2020 dari jumlah sebanyak 5.741 perkara yang masuk, pengajuan dispensasi kawin terdata sebanyak 573 perkara atau 9,98%.

Sementara pada 2021, dari 5.024 perkara yang masuk, sebanyak 222 perkara atau 4,42% merupakan dispensasi kawin. Sedangkan pada 2022 jumlah perkara dispensasi kawin makin turun. Dari 5.381 perkara, sebanyak 169 atau 3,14% di antaranya pengajuan dispensasi kawin. (OL-15)

Baca Juga

dok.ant

Polda NTT : Tak Ada Laporan Penculikan Anak di Kota Kupang

👤Palce Amalo 🕔Rabu 01 Februari 2023, 15:39 WIB
KABID Humas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Kombes Ariasandy memastikan tidak ada penculikan anak di wilayah Kota...
dok.ant

Sakit Hati Alasan Mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Merampok

👤Faishol Taselan 🕔Rabu 01 Februari 2023, 15:32 WIB
MOTIVASI mantan Wali Kota Blitar, Jawa Timur Samanhudi Anwar yang terlibat dalam perampokan di rumah dinas Wali Kota Blitar akhirnya...
MI/VOUCKE LONTAAN

Ketua Umum Legio Luminis Indonesia Wenny Lementut Salurkan 1.000 Paket Bantuan Korban Bencana di Manado

👤Voucke Lontaan 🕔Rabu 01 Februari 2023, 14:32 WIB
Apa yang dibuat LLI tersebut semata-mata karena alasan kemanusiaan. Ini wujud kepedulian sesama umat manusia kepada warga yang terkena...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya