Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNIKAHAN usia anak masih menjadi ancaman laten bagi keberlanjutan pembangunan manusia di Indonesia. Berbagai riset menunjukkan praktik ini meningkatkan risiko kesehatan reproduksi, masalah kesehatan mental, memicu putus sekolah, hingga memperbesar kemungkinan kemiskinan antargenerasi.
Hal itu mengemuka dalam pelatihan penguatan ketahanan remaja dari kerentanan pernikahan usia anak yang diadakan oleh Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI), Rabu (10/12).
Dalam pelatihan bertajuk “Membangun Masa Depan Keluarga Muda yang Bahagia Berbasis Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah” di SMPN 12 Kota Bogor, dr. Mairunzi, Sp.OG dari POGI-IDI Kota Bogor menjelaskan risiko medis pada kehamilan remaja.
Ia mengatakan risiko kesehatan fisik yang serius seperti anemia, preeklamsia, hingga gangguan mental menjadi ancaman nyata yang mengintai remaja yang memutuskan menikah di usia anak. Dampak ini bukan hanya merenggut kesehatan, tetapi juga memutus keberlanjutan pendidikan, dan mengancam stabilitas ekonomi keluarga di masa depan.
Dari sisi psikologis, psikolog lulusan Universitas Indonesia (UI) Inna Mutmainnah memaparkan bahwa perkembangan kognitif dan emosional remaja belum matang untuk memikul tanggung jawab pernikahan.
Hal ini diperkuat Guru Besar UI sekaligus pakar psikologi pendidikan, Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, yang memaparkan studi kasus dampak pernikahan dini terhadap kemerosotan pendidikan, kesehatan mental, hingga instabilitas ekonomi yang rentan memicu konflik rumah tangga.
Karenanya, Lydia menegaskan pentingnya memperkuat kapasitas remaja sebelum memasuki jenjang kehidupan keluarga. “Mencegah pernikahan dini berarti menyelamatkan masa depan remaja, keluarga, dan bangsa. Edukasi lintas disiplin harus diberikan sedini mungkin agar remaja mampu mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Isu finansial dan agama juga tak luput dibahas. Praktisi yang juga dosen di IPB University menekankan kesiapan finansial dan risiko ekonomi yang dapat muncul pada pasangan muda yang belum produktif. Sementara itu, Nilmayetti dari Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Pusat dan MUI memaparkan nilai Islam dalam pembentukan keluarga serta pentingnya kedewasaan sebelum menikah.
Pelatihan yang melibatkan 45 siswa kelas 9 sebagai peer educator dikemas dalam tiga sesi seminar multidisiplin ini diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai kesehatan reproduksi, literasi finansial, perencanaan masa depan, serta penundaan usia pernikahan hingga dewasa. (B-3)
Dalam keluarga dengan tingkat literasi rendah mengenai pendidikan dan kesehatan reproduksi, pernikahan dini sering kali dianggap sebagai solusi instan menuju kedewasaan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Berdasarkan data BPS 2025, NTB merupakan provinsi dengan proporsi perempuan berstatus kawin atau hidup bersama sebelum usia 18 tahun tertinggi, yaitu sebesar 14,96%.
Berdasarkan catatan SIMKAH Kemenag jumlah pasangan di bawah usia 19 tahun yang menikah menurun signifikan dalam tiga tahun terakhir:
Angka pernikahan dini di Kalsel jauh di atas rata-rata nasional 18%, sementara angka stunting nasional 19,8%.
Banyak yang salah kaprah, healing artinya sering disamakan dengan liburan. Padahal, maknanya berkaitan erat dengan pemulihan trauma dan kesehatan mental.
Ulasan mendalam Broken Strings oleh Aurelie Moeremans, perjalanan musik sang aktris, dan alasan mengapa karyanya begitu menyentuh hati.
Riset terbaru menunjukkan suhu bukan sekadar soal kenyamanan, tapi kunci kesehatan mental dan kesadaran diri.
Psikolog Virginia Hanny menjelaskan fenomena post holiday blues yang kerap menyerang pekerja dan pelajar usai liburan. Kenali gejalanya dan kapan harus waspada.
Sebelum tragedi pembunuhan Rob Reiner dan istrinya, polisi ternyata pernah dua kali mendatangi rumah mereka terkait isu kesehatan mental Nick Reiner.
Tim dokter FKUI dan relawan UI Peduli memberikan dukungan psikososial dan layanan medis bagi penyintas banjir dan longsor di Samar Kilang, Aceh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved