Rabu 18 Januari 2023, 17:30 WIB

Ribuan Ikan Mati di Pesisir Laut Selayar, Setelah Air Hijau dan Berbau

Lina Herlina | Nusantara
Ribuan Ikan Mati di Pesisir Laut Selayar, Setelah Air Hijau dan Berbau

dok.mi
ilustrasi: Ribuan ikan mati di pesisir Jalan Metro Benteng Utara, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

 

RIBUAN ikan di pesisir Jalan Metro Benteng Utara, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan terlihat mati mengapung di permukaan laut, setelah sebelumnya sempat terlihat seperti kehabisan air.

Wakil Bupati Kepulauan Selayar Saiful Arif menyebutkan, kejadian tersebut diawali dengan berubahnya warna laut menjadi hijau dan berbau busuk. "Air berubah warnah itu terjadi sejak kemarin," sebutnya setelah meninjau lokasi yang dimaksud.

Itu merupakan fenomena atau kejadian aneh dan baru pertama kali terjadi di Selayar. Dan membuat warga jadi heboh, lalu mereka menangkapi ikan yang sudah tidak bergerak dan mengapung.

"Saya sudah mengimbau masyarakat untuk tidak mengkonsumsi ikan-ikan tersebut, sebelum ada hasil uji laboratorium. Harus dipastikan dulu, ikan-ikan tersebut tidak mengandung bahan berbahaya untuk dikonsumsi," ujar Saiful.

Karena sampel air laut sudah diambil, demikian pula ikannya sudah diambil dan dikirim untuk uji laboratorium di Makassar.

"Sekali lagi kami berharap jangan langsung dikomsumsi, karena bisa saja ini adalah racun yang konsumsi ikan sehingga mati, atau bisa saja kadar air yang sudah tidak nyaman bagi ikan lalu mati, nah itu yang belum bisa kita pastikan, kita tunggu hasil uji lab" ulang Saiful

Menanggapi kejadian di Kepulauan Selayar itu, Dosen Perikanan Universitas Hasanuddin Makassar, Muh Farid Samawi mengatakan banyak faktor yang bisa mengakibatkan kejadian di Kepulauan Selayar. "Bisa karena pencemaran, atau fenomena alam lainnya, sehingga memang harus diselidiki," katanya.

Dia menjelaskan, jika air kehijauan, itu biasanya karena ada indikasi meningkatnya populasi fitoplankton, yang menyebabkan terjadinya blooming algae.

"Pemicu blooming algae sendiri yaitu karena meningkatnya zat hara atau nutrien di dalam air akibat pencemaran atau aktivitas lain. Juga bisa karena naiknya massa air laut dari lapisan bawah ke permukaan karena proses fisik perairan," jelas Farid.

Naiknya kadar nutrien mengakibatkan eutrofikasi sehingga terjadi depleted oxygen atau menurunnya kadar oksigen. "Kalau ikannya mati hanya karena kondisi seperti itu, akan tetap aman dikonsumsi," pungkas Farid. (OL-13)

Baca Juga: Kematian Ikan Keramba di Kedung Ombo Terus Bertambah, Petani ...

Baca Juga

Antara/Syifa Yulinnas

Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat Kerja Sama Wujudkan Tol Laut

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 06:00 WIB
Tol laut sebagai upaya meningkatkan perekonomian kedua...
dok.ist

Burhan Zainuddin Ajak Optimalkan Kacang Mete Buton Tengah

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 23:30 WIB
SELAIN hasil laut, potensi hasil bumi Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara dinilai dapat terus dioptimalkan. Salah satunya hasil bumi...
Dok. Kanwil Kemenkumham Babel

Kanwil Kemenkumham Babel, Dorong Kabupaten Bangka untuk Daftarkan Kekayaan Intelektual Komunal

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 23:10 WIB
Dalam kunjungannya, Harun disambut langsung oleh Bupati Kabupaten Bangka Mulkan, untuk membahas optimalisasi layanan hukum dan hak asasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya