Selasa 17 Januari 2023, 22:30 WIB

Masuk Zona Merah Sesar Cugenang, 400 KK Korban Gempa Cianjur akan Direlokasi

Benny Bastiandy | Nusantara
Masuk Zona Merah Sesar Cugenang, 400 KK Korban Gempa Cianjur akan Direlokasi

MI/Benny
Sebagian warga di Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai membersihkan puing-puing bangunan akibat gempa.

 

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat sekitar 400 kepala keluarga (KK) di empat kecamatan di Cianjur, akan direlokasi sesuai petunjuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) karena masuk dalam zona merah Sesar Cugenang.
 
Juru Bicara Penanganan Bencana Gempa Kabupaten Cianjur, Budhi Rahayu Toyib, di Cianjur, Selasa (17/1), mengatakan berdasarkan hasil analisis rekomendasi dari BMKG terkait wilayah yang perlu dikosongkan mencakup pada zona merah seluas 2,63 kilometer melintasi empat kecamatan.
 
"Di antaranya sebagian Desa Rancagoong-Kecamatan Cilaku, sebagian Desa Nagrak di Kecamatan Cianjur, sebagian Desa Cibulakan, Benjot, Sarampad, Gasol, Mangunkerta, Cijedil, Nyalindung, Cibeureum di Kecamatan Cugenang dan sebagian Desa Ciputri dan Ciherang di
Kecamatan Pacet," katanya.
 
Untuk menentukan relokasi tersebut, ungkap dia, pemerintah daerah segera menggelar rapat bersama yang akan dihadiri dari pemerintah pusat, BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Dirjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.


Baca juga: Lahar Dingin Gunung Kerinci Timbun 10 Hektare Sawah Warga

 
"Hasil dari rapat akan dibuatkan berita acara yang nantinya akan dibawa ke lapangan untuk dimusyawarahkan bersama warga yang akan
direlokasi, kami akan menyampaikan daerah yang wajib direlokasi sebagai bentuk perhatian pemerintah pada warganya," kata Budhi.
 
Sedangkan untuk rumah relokasi sebanyak 200 unit di Kecamatan Cilaku, kata Budhi, dipastikan sudah dapat diisi calon penghuni setelah 21 Januari dan 150 unit di Kecamatan Mande sudah dapat diisi pada Maret.
 
Namun, untuk warga yang tidak ingin direlokasi tapi memiliki lahan alternatif milik pribadi atau keluarga di luar zona merah, tutur Budhi,
diberi kesempatan untuk membangun sendiri dan bantuannya masuk dalam tahap empat.
 
"Harapan kami melalui musyawarah dan penjelasan yang sangat rinci dapat dipahami warga yang akan direlokasi karena menyangkut keamanan dan keselamatan mereka di kemudian hari," katanya. (Ant/OL-16)
 

 

Baca Juga

ANTARA

PLN Putus Sambungan Listrik Kantor Bupati Kepulauan Tanimbar

👤Widhoroso 🕔Jumat 27 Januari 2023, 21:57 WIB
PLN unit layanan pelanggan (ULP) Saumlaki, Maluklu melakukan pemutusan jaringan listrik yang mengaliri kantor bupati Kepulauan Tanimbar,...
Ist

Relawan Puan Sosialisasikan Kelor sebagai Pencegah Stunting di Sukabumi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 21:49 WIB
Kegiatan melawan stunting di Desa Pabuaran diadakan berkat kerja sama HaloPuan dengan kader PDI Perjuangan sekaligus Anggota DPRD Kabupaten...
DOK MI.

Polres Padang Panjang Tetapkan Sopir Truk Tersangka Kecelakaan Beruntun

👤Gusri Elfaishal 🕔Jumat 27 Januari 2023, 21:48 WIB
Satu hari pascakecelakaan beruntun yang menewaskan tiga pengendara, Kepolisian Resort Padang Panjang menetapkan Novriaggani, 47, sebagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya