Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SENGKETA tanah bekas pembangunan kantor pekerjaan umum (PU) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berada di Kelurahan Waihali, Kecamatan Larantuka, hingga saat ini, belum menemukan titik temu.
Bahkan, menurut informasi yang diperoleh dari sejumlah pihak, sengketa lahan tersebut pernah digugat oleh pihak ahli waris hingga ke Pengadilan Tinggi kupang.
Oleh karena itu, ahli waris, Max Labina dan keluarga meminta pihak Pemerintah Daerah Flotim untuk menunjukkan bukti putusan kasasi yang menyatakan mereka telah memenangkan perkara atas klaim kepemilikan lahan bekas Kantor PU Larantuka di Kelurahan Waihali, Kecamatan Larantuka itu.
Baca juga: Desa Wailebe Gagal Cairkan Dana Desa Tahap III 2022
"Kalau memang bukti kasasi itu ada, tunjukan kepada kami. Kami keluarga juga pengen tahu hal itu. Mana mungkin pengadilan kasasi memutus suatu perkara tanpa diketahui keluarga atau kuasa hukum ahli waris," seru Max, kamis (12/1).
Max, alih waris Aloysius Boki Labina, mengaku DPRD Flotim pernah meminta Pemda Flotim untuk memastikan hasil putusan itu ke Mahkamah Agung (MA).
"Waktu itu, 2019, Pak Nani Betan, sebagai Ketua DPRD, meminta Pemda jika keputusan itu tidak kasih ke kita, maka minimal harus ke MA untuk memastikan keputusan itu ada atau tidak," katanya.
Menurutnya, ada tiga anggota DPRD dan dua utusan Pemda Flotim yang berangkat ke Mahkamah Agung, namun hasilnya tidak terdaftar di putusan Kasasi.
"Dari DPRD itu Pak Anis Paru, Mikel Kolin, dan Matias bersama Asisten 1 dan Kabag Hukum Pak Jordan. Mereka berlima ini berangkat ke Mahkamah, ketika tiba di sana ternyata kasus tanah eks PU ini tidak terdaftar," ungkapnya.
Lebih lanjut, kuasa hukum ahli waris Gregorius Senari Durun menyinggung status kepemilikan tanah oleh Pemda, yang menurutnya, hanya hak pakai dan jangka waktunya sudah berakhir.
Karena itu, lahan eks PU harus dikembalikan ke pihak keluarga Labina jika tidak mau memberikan uang ganti rugi.
"Kalau memang mau menggunakan lahan ini lagi, secara hukum, Pemda harus membayar hak konstitusi mereka yaitu ganti rugi terhadap tanah. Karena, selama ini, Pemda tidak punya alat sah kepemilikan yang menyatakan tahah itu milik Pemda," tegasnya.
Menanggapi dalil Pemda Flotim yang menyatakan tidak membayar uang ganti rugi setelah mengklaim menang banding di tingkat kasasi, Kuasa hukum ahli waris Thomas Boki Labina menilai hal itu sangat keliru. Apa lagi status kepemilikan tanah tersebut tidak dicantumkan secara jelas.
"Sepanjang ganti rugi itu tidak dilakukan, keluarga besar Aloysius Boki Labina tidak serta merta menyerahkan tanah, apa lagi dalam putusan peninjauan kembali tidak dicantumkan secara jelas tentang status kepemilikan atas tanah," tandasnya. (OL-1)
SEBUAH bangunan sekolah dasar (SD) di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), roboh.
JUMLAH penumpang mudik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari terakhir terpantau padat namun tetap aman dan terkendali.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Baru sebulan dipakai, proyek jalan Inpres senilai Rp18,3 miliar di Nagekeo NTT rusak parah. Warga menduga pengerjaan asal jadi dan minta KPK turun tangan.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
Mafia peradilan di PN Depok terbongkar lewat OTT KPK yang menyeret pimpinan pengadilan, terkait dugaan suap dan sengketa tanah PT Kraba Digdaya.
Ruwetnya persoalan pertanahan di Bali kembali mencuat seiring bergulirnya kasus dugaan kriminalisasi yang menjerat Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali I Made Daging.
Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyebut bahwa laporan terkait sengketa tanah Jimbaran telah diselesaikan sesuai mekanisme kelembagaan.
Lurah Sukamaju Baru Nurhadi mengatakan pihak Kelurahan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas telah memanggil kedua pihak.
KONFLIK sengketa tanah antara Organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya yang diduga menduduki aset milik BMKG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved