Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUKSI gabah kering giling (GKG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2025 hampir menembus angka 1 juta ton. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan dan swasembada pangan daerah.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi NTT yang mengacu pada Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, produksi GKG tahun 2025 tercatat sebesar 968.324 ton atau meningkat 260.532 ton (36,81 persen) dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 707.793 ton.
Peningkatan tersebut turut mendorong produksi beras mencapai 567.178 ton, naik 152.602 ton (36,81 persen) dari tahun sebelumnya yang sebesar 414.576 ton. Lonjakan produksi ini sejalan dengan meningkatnya kinerja luas tanam dan luas panen.
Total luas tanam padi musim tanam Oktober 2024 hingga September 2025 mencapai 252.929 hektare, naik 47.441 hektare atau 23,09 persen dibanding periode sebelumnya yang seluas 205.488 hektare.
Sementara itu, luas panen padi Januari-Desember 2025 tercatat 212.090 hektare, meningkat 43.362 hektare atau 25,70 persen dibanding 2024 yang mencapai 168.727 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, mengatakan tren positif ini tidak terlepas dari berbagai intervensi pemerintah, seperti program pompanisasi, penguatan irigasi perpipaan dan perpompaan, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan benih, serta peningkatan penyerapan pupuk bersubsidi.
Menurut Joaz, tren peningkatan ini akan terus diperkuat pada tahun 2026 melalui peningkatan luas tanam dan target produksi yang lebih ambisius.
“Pemerintah Provinsi NTT pada tahun 2026 menargetkan peningkatan luas tanam padi sebesar 7,90 persen menjadi 273.800 hektare dari tahun 2025 seluas 253.700 hektare,” katanya di Kupang, Rabu (18/2).
Ia menambahkan, target produksi padi pada 2026 diproyeksikan mencapai 1.186.456 ton GKG dengan estimasi produksi beras sebesar 694.944 ton.
Target tersebut, kata dia, disusun untuk memenuhi rata-rata kebutuhan beras masyarakat NTT yang berada di kisaran 650.000 ton per tahun.
“Dengan target produksi ini, kita optimistis kebutuhan beras NTT dapat terpenuhi secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain komoditas padi, produksi jagung di NTT juga menunjukkan tren meningkat. Pada 2025, luas panen jagung tercatat 114.516 hektare, dengan produksi pipilan kering (kadar air 28 persen) mencapai 413.033 ton. Angka ini lebih tinggi dibanding capaian 2024 maupun 2023.
Menurutnya, pemerintah daerah pun terus mendorong optimalisasi lahan, mekanisasi pertanian, serta pendampingan intensif kepada petani guna menjaga konsistensi peningkatan produksi dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (H-3)
SEBUAH kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
PENGAMAT Pertanian, Syaiful Bahari mengungkapkan bahwa saat ini kebijakan dua Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras jenis medium dan premium kini sudah tidak relevan.
Produksi gabah kering di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, meningkat signifikan jika dibandingkan pada 2023 lalu, mencapai 25.500 ton atau naik 1.000 ton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved