Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman resmi menjabat juga sebagai Kepala Badan Pangan Nasional setelah dilaksanakannya Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Arief Prasetyo Adi kepada Amran di Kantor Bapanas, Jakarta, Senin (13/10). Prosesi sertijab ini turut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), yang menegaskan pentingnya kerja satu arah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kedaulatan dan swasembada pangan nasional.
Dalam arahannya, Zulhas menekankan bahwa seluruh jajaran kementerian dan lembaga harus bekerja dengan satu visi dan satu komando yang diarahkan langsung oleh Presiden. Ia menyebut, langkah strategis Presiden untuk memperkuat kemandirian pangan dan energi berbasis sumber daya dalam negeri merupakan misi besar yang membutuhkan soliditas dan kecepatan dalam pelaksanaan.
“Kita semua pembantu Presiden. Tidak boleh punya misi sendiri. Yang berdaulat adalah Presiden, dan kita harus bekerja satu arah untuk mewujudkan swasembada pangan,” kata Zulhas dikutip dari siaran pers yang diterima, Selasa (15/10).
Ia juga menyoroti bahwa perubahan besar sedang dijalankan pemerintah di bidang pangan, termasuk pengembangan energi terbarukan seperti bioetanol dan biofuel yang memberi dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan.
“Ini bukan tugas ringan, tapi perubahan besar yang harus dijalankan bersama. Tanpa pangan, tidak mungkin kita berdaulat. Karena itu, seluruh sektor harus bergerak satu komando untuk memastikan visi Presiden berjalan,” tegasnya.
Sementara itu, Amran menyampaikan apresiasi kepada Arief Prasetyo Adi atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin Bapanas. Amran menyebut Arief sebagai sosok muda berintegritas tinggi, pekerja keras, dan sahabat lama yang telah meletakkan fondasi kuat dalam membangun sistem ketahanan pangan nasional.
“Pak Arief ini sahabat saya sejak sepuluh tahun lalu, sejak beliau masih di Food Station. Beliau pekerja keras, cerdas, dan punya integritas tinggi. Kinerja terbaik beliau jadi bekal kuat untuk kita lanjutkan. Insya Allah, jika tidak ada aral melintang, dua sampai tiga bulan ke depan kita bisa wujudkan target besar swasembada pangan. Ini kerja kita semua, satu komando di bawah Presiden,” ujar Amran.
Amran menegaskan, integrasi koordinasi Bapanas dengan Kementan akan mempercepat pelaksanaan kebijakan pangan dari hulu ke hilir, mulai dari peningkatan produksi, distribusi, hingga stabilisasi harga. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan efisiensi birokrasi dan mempercepat capaian target nasional.
“Kami hanya menjalankan perintah Presiden. Dengan sistem yang lebih efisien dan terkoordinasi, kami ingin memastikan setiap kebijakan pangan memberi manfaat langsung bagi petani dan masyarakat,” tambah Amran.
Dalam kesempatan yang sama, Arief Prasetyo Adi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan Presiden Prabowo Subianto serta dukungan seluruh pihak selama masa kepemimpinannya.
“Selamat dan sukses untuk sahabat saya, Pak Amran. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan kekuatan dalam menuntaskan amanah besar ini. Kita semua punya satu tujuan, menyukseskan visi Presiden Prabowo untuk swasembada pangan dan kesejahteraan rakyat,” pungkas Arief. (E-3)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan target swasembada pangan. Cadangan beras nasional di Perum Bulog mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
Kementan mempercepat pengembangan investasi peternakan sapi skala besar di Kalimantan Tengah dengan target populasi mencapai 200 ribu ekor dalam satu kawasan terintegrasi.
Kementerian Pertanian menargetkan produksi jagung 18 juta ton pipilan kering pada 2026 untuk mendukung swasembada.
Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Gerakan Pramuka menjadi kekuatan strategis dalam pembangunan pertanian nasional, khususnya dalam mencetak generasi muda petani.
Berdasarkan neraca pangan hingga April 2026, Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas strategis dengan posisi surplus produksi yang kuat.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan pokok strategis secara nasional masih aman dan memadai.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Ketahanan Pangan Kalteng mengadakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan memperkuat pengawasan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Pemerintah bergerak cepat mencegah lonjakan harga daging sapi menjelang Ramadan.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan stok beras nasional 2026 aman. Indonesia, menurut Bapanas, surplus 3 juta ton.
Indonesia menutup 2025 dengan capaian penting di sektor pangan, khususnya jagung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved