Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMANDAN Kodim 1624/Flores Timur (Flotim) Letkol Inf Tunggul Jati bersama Kapolres Flotim AKBP I Gede Ngurah Joni Mahardika mengunjungi warga yang rumahnya rusak berat akibat cuaca ekstrem di Kecamatan Larantuka Kamis (5/1) malam.
Dandim dan Kapolres berinteraksi dengan korban terdampak angin kencang dan mengecek kondisi bangunan rumah mereka yang rusak parah.
Dandim mengatakan dirinya menggelar patroli tanggap darurat demi menciptakan rasa aman dan nyaman terutama bagi warga yang terdampak mendapatkan tempat tidur yang layak.
Dia juga menyampaikan, menurut laporan yang diterimanya, sebanyak 465 rumah warga maupun fasilitas umum rusak akibat cuaca extrem tersebut.
"Setelah melihat langsung beberapa rumah warga pada malam ini, besok, anggota Babinsa dan Babinkamtibmas akan kita kerahkan untuk membantu membereskan puing-puing rumah serta nanti kita akan memberikan bantuan untuk masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem agar dapat sedikit mengurangi beban para korban," ungkap Dandim.
Sementara Kapolres Flotim menambahkan dirinya dan Dandim akan berkoordinasi dengan pemda maupun instansi terkait untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem tersebut.
"Selain nanti kita akan memberikan sedikit bantuan, nanti saya dan Bapak Dandim akan berkoordinasi dengan pemda maupun instansi terkait agar segera menindak lanjuti laporan warga yang rumahnya rusak parah akibat angin kencang melanda Flotim selama sepekan ini," ujar Kapolres
Dia juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan berhati-hati karena saat ini kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Kita melihat rumah-rumah di sini sangat rawan karena banyak pohon besar di sekelilingnya. Jadi saya mengimbau warga agar menebang pohon-pohon di sekeliling rumah, sehingga di kemudian hari tidak terjadi hal yang sama," kata Kapolres.
Salah satu warga yang dikunjungi Dandim dan Kapolres, Iskandar Salah, mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada warga korban bencana.
"Terima kasih Bapak Dandim dan Bapak Kapolres Flotim atas kunjungan bapak berdua pada malam ini. Saya dan keluarga bisa sedikit bernafas lega. Yang kami butuhkan saat ini hanyalah rumah karena rumah tempat kami berlindung selama ini sudah hancur parah," kata Iskandar. (OL-1)
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
BENCANA angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu (21/1/2026) sore. Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah.
Berdasarkan analisis, kata dia, dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali selama periode prakiraan itu.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved