Kamis 29 Desember 2022, 21:35 WIB

Bencana Tanah Bergerak di Sukabumi Rusak Puluhan Rumah Warga

mediaindonesia.com | Nusantara
Bencana Tanah Bergerak di Sukabumi Rusak Puluhan Rumah Warga

ANTARA/Iman Firmansyah
Rumah warga yang rusak akibat pergerakan tanah di Desa Pasir Suren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

 

BENCANA tanah bergerak di Kampung Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merusak puluhan rumah, pada Kamis (29/12), bahkan sebagian rumah yang terdampak bencana tersebut ambruk dan penghuninya sudah mengungsi.
 
"Bencana tanah bergerak di Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, ini semakin meluas, bahkan dalam tiga hari terakhir beberapa rumah amblas hingga roboh," kata Kepala Desa Pasirsuren M E Jaelani di Sukabumi, Kamis (29/12).
 
Menurut Jaelani, gejala terjadinya bencana pergerakan tanah ini sudah dirasakan warga dari dua tahun lalu. Awalnya tanah di beberapa titik ambles dan terbelah, namun sebagian warga memilih bertahan.
 
Namun pada 2022, pergerakan tanah terus meluas bahkan pada Desember ini sudah ada sekitar 20 rumah warga yang ambruk. Meskipun tidak ada korban jiwa, tetapi masyarakat mengaku khawatir bencana ini akan semakin mengganas dan tidak menutup kemungkinan timbul korban jiwa.
 
Dari perhitungan sementara di Kampung Nyalindung itu ada 200 kepala keluarga (KK) yang terdampak dan untuk jumlah rumah yang rusak sudah mencapai puluhan dan tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah, karena pergerakan tanah sudah meluas ke desa tetangga.


Baca juga: Warga Perumahan Elite Dievakuasi akibat Banjir Pantai Marina Semarang

 
Untuk meminimalisasi dampaknya, pemerintah desa setempat sudah berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait, bahkan melapor ke Bupati Sukabumi Marwan Hamami dan telah mendapatkan respons.
 
Ia pun sudah meminta kebijakan dari Pemkab Sukabumi hingga Pemerintah Pusat agar warga yang tinggal di Kampung Nyalindung untuk segera direlokasi ke tempat yang lebih aman untuk antisipasi timbulnya korban.
 
"Jika belum bisa direlokasi kami meminta Pemkab Sukabumi untuk mengevakuasi sementara warga ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang ada di Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu, sampai ada tempat untuk dijadikan lokasi relokasi," katanya.
 
Jaelani mengatakan dampak pergerakan tanah ini tidak hanya merusak rumah milik warga saja, tetapi menyebabkan akses jalan milik Provinsi Jabar ambles dan belum lama baru diperbaiki.
 
Sementara, salah seorang warga yang rumahnya ambruk, Enung Nuraeni, meminta kepada pemerintah untuk segera merelokasi ke tempat yang lebih aman atau dipindah sementara ke rusunawa.
 
Dua tahun lalu sempat ada yang meninjau baik dari Pemkab Sukabumi, Pemprov Jabar hingga Pemerintah Pusat yang menjanjikan akan segera merelokasi warga, namun hingga kini belum ada realisasinya. (Ant/OL-16)
 
 

 

Baca Juga

ANTARA

Bulog Pekalongan Gelontorkan Puluhan Ton Beras Untuk Stabilkan Harga

👤Akhmad Safuan 🕔Rabu 01 Februari 2023, 17:18 WIB
PERUM Bulog Cabang Pekalongan, Jawa Tengah menggelontorkan 28 ton beras kelas medium ke 12 pasar di wilayah pantai utara (pantura). Hal itu...
Dok. Pribadi

Cerita Eka Demyanti Membangun Salon Kecantikan Hingga Bersertifikasi Internasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 17:17 WIB
Dengan banyaknya pelanggan yang merasakan hasil nyata dan puas, membuat usahanya itu menjadi salah satu salon kecantikan terbaik di Jawa...
Dok. Pemprov Jateng

Taj Yasin Minta Mahasiswa Rawat Guyub Rukun Masyarakat 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 17:15 WIB
"Alhamdulilah di Jateng sendiri untuk polarisasi agama, suku, kelompok, itu sampai saat ini masih bisa kita patahkan, karena...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya