Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DAMPAK cuaca buruk dan gelombang tinggi mengharuskan para nelayan di Desa Surya Bahari, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten dan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tidak melaut. Mereka terpaksa menjual barang-barang pribadi untuk bertahan hidup.
Sejumlah perahu terparkir di muara sungai Bahari dan tidak bisa melaut karena cuaca buruk. Salah satu pemiliknya adalah Rasita. Ia sudah genap satu minggu tidak berlayar.
Baca juga: 4 Kapal Tongkang Terpaksa Bersandar di Pelabuhan Mamuju
"Ya apa aaja dijual, ada emas ya dijual, kalau uangnya sudah habis kita terpaksa harus berhutang bahan pangan ke warung-warung sembako," keluhnya, Rabu (28/12/2022).
Seminggu ini Rasita beserta ratusan nelayan lainnya memilih memperbaiki jaring ikan untuk mengisi waktu luang. Mereka terpaksa berhenti melaut karena khawatir diterjang gelombang tinggi.
"Cuaca ekstrem tidak bisa diprediksi, kadang tenang tiba-tiba hujan badai. Kami memilih tidak melaut sampai benar-benar aman," ungkap Rasita.
Sama halnya dengan para nelayan di Pelabuhan Ratu pun terpaksa tidak melaut. Selain berbahaya, tingginya gelombang air laut dapat mempengaruhi hasil tangkapan mereka. Kondisi seperti ini menimbulkan kekhawatiran bagi nelayan.
"Cuaca ekstrem ini menyusahkan kita, kemarin kita sempat jalan, tapi karena gelombang masih tinggi sampai 3 meter ya mending kita balik lagi daripada nanti ada apa-apa," tutur
Ujang menyebut kondisi ini sudah berlangsung selama 2 minggu, nelayan pilih berdiam di rumah sembari mencari pekerjaan sampingan.
"Selain dari laut ya kita enggak ada penghasilan lain, lebih memilih di rumah. Terkadang keluar cari kerja serabutan itupun hanya cukup untuk makan," katanya gusar.
Para nelayan juga berharap adanya bantuan dari pemerintah setempat untuk mencukupi kebutuhan mereka sambil menunggu cuaca kembali bersahabat. (Ren/A-3)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Petugas BPBD Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimcam setempat langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan evakuasi dan pengamanan area sekaligus asesmen.
Arus deras aliran sungai mengakibatkan bendungan tergerus hingga akhirnya jebol. Luapan air merendam puluhan hektare lahan sawah di Sukabumi.
HARGA daging ayam broiler di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mulai terpantau naik menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Tepat satu tahun memimpin Kota Sukabumi, Ayep Zaki menorehkan sejumlah capaian yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved