Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
BIAYA pemulihan pascagempa magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ditaksir mencapai Rp6 triliun. Pemerintah Kabupaten Cianjur pun mengandalkan bantuan keuangan dari pemerintah pusat untuk menanggulanginya.
Bupati Cianjur Herman Suherman menegaskan, biaya perbaikan rumah rusak yang mencapai hampir 58 ribu unit membutuhkan dana mencapai Rp2,5 triliun. Belum ditambah fasilitas infrastruktur lain yang juga terdampak gempa dengan kondisi memprihatinkan.
"Untuk bangunan rumah saja ini tidak kurang Rp2,5 triliun. Ada 58 ribu rumah (yang rusak). Belum infrastruktur, belum sekolah, belum masjid, belum pesantren. Saya yakin ini sekitar Rp6 triliun harus mengeluarkan dana," kata Herman di komplek Pendopo Cianjur, belum lama ini.
Herman mengaku angkat tangan jika harus menyiapkan anggaran yang sangat fantastis tersebut. Herman tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata totalitas pemerintah pusat yang membantu penanganan gempa hingga pascagempa.
"Kalau pemerintah daerah harus mengadakan uang sebesar ini, kita tidak mampu. Pemerintah daerah enggak bisa mengadakan uang Rp6 triliun. Ini ada bantuan dari pemerintah pusat. Ini luar biasa," ujarnya.
Herman menyadari bencana merupakan musibah yang tak bisa ditolak. Karena itu, di balik bencana yang terjadi di wilayahnya, Herman mengambil hikmah positif.
"Jadi untuk recovery, tentu kita ingin secepatnya. Sebelum terjadi bencana, kita sudah berkomitmen meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dan menurunkan stunting," jelasnya.
Untuk menunjang program tersebut, tegas Herman, banyak sektor yang mesti dibenahi. Satu di antaranya sanitasi yang baik di lingkungan permukiman warga.
"Di tiap-tiap rumah harus ada WC. Tanpa mengesampingkan duka yang sedang kita alami, sekarang dengan bencana alam ada hikmah yang bisa diambil. Sebanyak 58 ribu rumah yang dibantu pemerintah pusat dan daerah, itu harus dilengkapi WC," terangnya.
Pemerintah berharap rehabilitasi dan rekontruksi rumah rusak terdampak gempa akan berbanding lurus dengan indikator kesehatan. Di antaranya rumah layak dan sehat yang dilengkapi dengan baiknya sistem sanitasi.
"Akhirnya masyarakat Cianjur akan sehat. Ending-nya, stunting akan turun, IPM akan naik. Sehingga Cianjur maju, mandiri, religius, dan berakhlak mulia, insya Allah bisa terwujud," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: PITI Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
Kemendikdasmen catat 1.741 sekolah di Sumatra jalin PKS revitalisasi pascabencana senilai Rp1,25 triliun. Simak detail realisasi anggarannya di sini.
Pemerintah berhasil merampungkan pembangunan 5.500 unit rumah hunian, di mana 1.500 unit di antaranya selesai pada bulan pertama.
PEMERINTAH mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra dengan menyiapkan langkah-langkah berbasis sains dan teknologi guna membangun ketahanan pascabencana.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, mengunjungi para korban ledakan SMA Negeri 72 Jakarta, Minggu (9/11).
Vidi bakal fokus kepada pemulihan diri dan mempersiapkan album baru juga untuk tahun depan
KAWASAN pesisir Teluk Lingga Kutai Timur, mulai memasuki fase pemulihan ekologis setelah mengalami degradasi akibat aktivitas manusia. 4.000 bibit mangrove
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved